Ekosistem Hutan



Oleh : KETUT SUPEKSA
jurusan : PENDIDIKAN BIOLOGI
IKIP SARASWATI TABANAN

KATA PENGANTAR

Om swastyastu
Atas asungkerta Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa saya dapat menyelesaikan makalah tentang “ Ekosistem Hutan” tepat pada waktunya.
Penyusun karya tulis ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh Dosen pengajar, sebagai tugas Kapita Selekta Biologi. SLA II.
Penyajian makalah ini sudah disesuaikan dengan format yang telah diberikan oleh dosen pembimbing sehingga dapat disesuaikan dengan ketentuan yang telah disepakati dan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam pengembangan kualitas laporan ini.
Mengingat terbatasnya kemampuan kami dalam penyusunan makalah ini maka sudah tentu makalah ini masih jauh dari sempurna.maka dari itu saya harapkan pembaca memberikan kritik dan saran yang inovatif agar dikemudian hari saya dapat membuat makalah yang lebih bagus lagi. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Om Santhi,santhi,Santhi Om.

Tabanan, 28 Maret 2010

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bagian bumi yang ditempati oleh mahluk hidup dikelal sebagai biosfer, yang mencakup semua kawasan daratan, udara dan air dari planet bumi. Kawasan biosfer terletak mulai dari 8 km diatas permukaan bumi, sampai 8 km dibawah permukaan lautan. Organisme hidup tidak terdistribusi secara merata dalam biosfer, hanya beberapa spesies organisme yang hidup pada permukaan es abadi dikutub selatan maupun dikutub utara bumi. Sebaliknya hutan sangat kaya dengan keanekaragaman spesies.
Biosper besar, kompleks dan sulit dipelajari, sehingga para ahli ekologi lebih suka bekerja dengan unit lebih kecil biosper, yang disebut dengan ekosistem. Sebuah ekosistem terdiri atas gambaran fisik kawasan tertentu (faktor abiotik) dan organisme hidup (faktor biotik) yang terdapat dalam kawasan tersebut. Faktor abiotik dalam ekosistem hutan terdiri atas faktor abiotik seperti tanah, air, suhu, kelembaban, angin, sinar matahari. Sedangkan tumbuhan, hewan, seperti kelinci, burung, tikus, singa adalah komponen biotik dalam ekosistem hutan.
Walaupun hutan nampak sangat berbeda dengan danau tetapi sebenarnya kedua tipe ekosistem tersebut memiliki struktur dan fungsi yang sama.walaupun sebagian besar spesies didaratan berbeda dengan spesies diair, tetapi mereka dapat dibandingkan secara ekologi. Vegetasi yang terdapat didalam hutan memiliki fungsi yang sama dengan fitoplankton didalam danau; insekta, primata dan harimau dihutan berfungsi sama dengan zooplankton, ikan dan burung; demikian seterusnya. Dalam ekosistem hutan masa struktur yang besar dari tumbuhan darat menghasilkan sejumlah besar jaringan yang kebal.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa pengertian ekosistem hutan?
1.2.2 Apa satuan mahluk hidup dalam ekosistem?
1.2.3 Jenis- jenis Ekosistem Hutan
1.2.4 Apa komponen ekosistem hutan?
1.2.5 Apa ketergantungan dalam ekosistem hutan?
1.2.6 Bagaimana cara pelestarian ekosistem hutan?
1
2
1.3 Tujuan penulisan
1.3.1 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Kapita Selekta Bio SLA II untuk menambah wawasan kami dalam memahami ekosistemhutan.
1.3.2 Tujuan Umum
Adapun tujuan umumnya dari penulisan makalah ini adalah untuk memberitaukan kepada pembaca mengenai pengertian ekosistem trutama ekosistem hutan, stuan mahluk hidup yang ada dalam ekosistem hutan, komponen ekosistem hutan, ketergantungan dalam ekosistem hutan, aliran energi dalam ekosistem hutan dan cara pelestarian ekosistem hutan.

1.4 Metode Pnulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis secara umum mendapatkan bahan tulisan dari berbagai referensi, baik dari tinjauan kepustakaan berupa buku-buku atau dari sumber media internet yang terkait dengan ekosistem terutama ekosistem hutan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ekosistem Hutan
Ekosistem adalah hubungan antara kumpulan beberapa populasi disuatu tempat yang mengadakan interaksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan lingkungan abiotik dan hubungannya adalah timbal balik.
Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan dan binatang yang hidup dalam lapisan dan di permukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan, serta membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan dinamis.
Ekosistem Hutan adalah hubungan antara kumpulan beberapa populasi baik itu binatang dan tumbuh-tumbuhan yang hidup dalan lapisan dan dipermukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan serta membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan yang dinamis yang mengadakan interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan lingkungannya dan antara yang satu dan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.

Gambar 2.1 Gambar ekosistem hutan

2.2 Komponen yang ada dalam ekeositem hutan
Ekosistem tersusun atas komponen hidup ( biotik ) dan komponen tidak hidup ( abiotik )
2.3.1 Komponen Biotik
Komponen ini meliputi semua janis mahkuk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Berdasarkan peranannya dapat dibedakan menjadi 3 golongan sebagai berikut :
3

1. Produsen
Produsen juga dikenal sebagai organisme autotrof, yaitu organisme yang mampu membuat makanan sendiri dengan mensintesis bahan anorganik maupun bahan organik sederhana dengan bantuan eneri matahari melalui proses fotosintesis. Contohnya : Tumbuhan hijau
2. Konsumen
Konsumen juga dikenal sebagai organisme heterotof, yaitu organisme yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Organisme ini memanfaatkan bahan-bahan
organik sebagai makanannya dan bahan makanan tersebut disediakan oleh organisme lain. Berdasarkan makanannya konsumen dibedakan seperti berikut.
a. Hebivora ( pemakan tumbuhan ); misalnya kambing, sapi dan kerbau
b. Karnivora ( pemakan daging); misalnya srigala, harimau dan singa
c. Omnivora ( pemakan tumbuhan dan daging);misalnya ayam, tikus, kera, dan manusia.
3. Pengurai (dekomposer)
Organisme ini merombak dan menguraikan bahan organik dari organisme mati (bahan organik kompleks). Kemudian organisme ini menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Contoh organisme yang termasuk pengurai adalah jamur dan bakteri.
2.3.2 Komponen Abiotik
Komponen abiotik meliputi komponen tidak hidup sebagai berikut
1. Tanah, merupakan tempat hidup bagi organisme.
2. Air, sangat berperan penting dan berpengaruh terhadap ekositem.
3. Suhu, berpengaruh terhadap ekosistem.
4. Kelembapan, berpengaruh terhadap kecepatan penguapan air dari pemukaan tubuh organisme
5. Angin, berperan dalam penyebarab biji dan spora serta berpengaruh terhadap kelembapan
6. Ph ( derajat keasaman tanah atau air ), berpengaruh terhadap distribusi tumbuhan dalam tanah dan dalam air tawar.
7. Cahaya matahari, dapat mempengaruhi ekosistem.
5
8. Ketinggian, dapat5 menentuka jenis organisme yang hidup ditempat tersebut.
9. Garis lintang, secara tidak langsung menyebabkan pebedaan distribusi organisme di permukaan bumi.

2.3 Satuan Mahluk Hidup Dalam Ekosistem Hutan
Mahluk hidup memerlukan lingkungan sebagai tempat hidupnya. Lingkungan merupakan suatu kondisi eksternal yang mrmpengaruhi yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan organisme suatu wilayah. Untuk dapat survive organisme atau mahluk hidup harus dapat beradap tasi terhadap lingkungan sekitar. Organisme tersebut ada yang hidup berkelompok atau hidup sendiri (soliter) dalam suatu lingkungan. Keadaan ini menandakan bahwa di dalam ekosistem terdapat satuan-satuan mahluk hidup. Ada beberapa satuan-satuan mahluk hidup antara lain :
a.Individu
Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.

b.Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.

c.Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.

d.Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.
e.Bioma
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Contoh
Gambar 2.2 Bioma

f.Biosfer

Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi.

Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem buatan dan ekosistem alami. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alamiah, tanpa campur tangan manusia. Contohnya rawa, sungai dan laut. Jika suatu ekosistem sengaja dibuat manusia maka disebut ekosistem buatan. Contohnya ekosistem sawah, kebun, kolam, waduk dan akuarium.

2.4 Jenis- jenis Ekosistem Hutan
Secara garis besar yang termasuk di dalam ekosistem hutan dibagi menjadi 3 yaitu ekosistem hutan jarum, ekositem hutan gugur daun dan ekosistem hutan hujan tropis.

2.2.1 Ekosistem Pohon Jarum

Gambar 2.3 Ekosistem Pohon Jarum

Hutan ini disebut hutan pohon jarum karena biji-bijinya diproduksi di dalam cone atau kerucut. Kita bisa menemukan hutan cemara, cedar, larch dan pinus yang luas diwilayah yang bersuhu dingin dan keras dengan musim panas yang singkat dan curah hujan yang rendah.
Contoh : Dibagian utara amerika, eropa, asia dan wilayah-wilayah pegunungan.
Kebanyakan hutan pohon jarum berdaun jarum ( permukaannya yang lebih kecil berarti sedikit air yang hilang karena evaporasi ) dan sebagian besar berupa pohon yang selalu berdaun hijau ( tidak pernah menggugurkan daunnya ) sehingga bisa menghasilkan makanan sepanjang tahun. Pohon-pohon ini tidak menyediakan banyak makanan untuk kehidupan binatang karena jarumnya keras dan dahan-dahannya jarang. Hanya ada sedikit tumbuhan yang tumbuh dipermukaan tanah karena tanahnya tidak subur dan kekurangan sinar matahari ( terhalang oleh pepohonan ).

Inilah yang membatasi kehidupan binatang dihutan ini. Suhu udara terlalu dingin bagi bakteri dan cacing tanah, sehingga dekomposisi sisa-sisa tumbuhan menjadi lamban, tanahnya berada disisa-sisa tumbuhan yang tidak terdekomposisi sehingga mengandung sedikit humus, ini menyebabkan daur nitrogen dan mineral yang dikandungnya juga menjadi kurang efektif. Sebagian binatang telah berinteraksi untuk hidup didalam hutan sepanjang tahun, misalnya rusa besar yang berkelana jauh mencari makanan sedangkan beruang dan tupai tidur ( berhibernasi ) dimusim dingin dan hidup dari lemak yang dikumpulkan dari makanan musim panas. Musim panas yang hangat dan singkat memperlihatkan aktivitas. Serangga berkembang biak dengan cepat dan menjadi persediaan makanan bagi burung-burung yang bersama-sama bermigrasi keutara untuk membuat sarang. Pohon cemara berkembang cepat untuk memanfaatkan sinar matahari.

2.2.2 Hutan Gugur Daun

Gambar 2.4 Hutan gugur daun

Kata gugur daun menggambarkan pohon-pohon yang menggugurkan daunnya setahun sekali. Pohon-pohon ini merupakan tumbuhan berbunga yang biasanya berbunga setahun sekali pada musim semi. Hutan gugur daun bisa ditemukan diwilayah-wilayah dengan suhu sedang dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Kebanyakan wilayah eropa, asia bagian timur dan amerika bagian timur pernah mempunyai hutan pohon gugur daun seperti : ekosistem beech ( pohon berkulit halus berwarna abu-abu), mapel dan pohon ash. Hutan gugur daun mempunyai daun yang lebar dan besar untuk menyerap banyak sinar matahari untuk berfotositesis. Daun-daunnya berguguran sebelum musim dingin, sebelum angin kencang dan hawa dingin merusaknya. Setiap pohon menyediakan ruamah dan makanan bagi komunitas satwa liar besar. Tanah subur dengan banyak sinar matahari memungkinkan beragam jenis tumbuhan untuk tumbuh.

Tumbuh-tumbuhan ini menyediakan makanan untuk kehidupan binatang. Daun-daun yang berguguran setiap tahu dan sekumpulan pengurai membuat tanah kaya akan humus, nitrat dan mineral. Kegiatan binatang dimusim dingin lebih banyak dibandingkan di hutan pohon jarum tetapi kehidupan masih jauh lebih banyak pada musim semi dan musim panas yang hangat dan cerah. Dikedua musim ini terdapat banyak kehidupan tumbuhan, serangga, burung dan mamalia.

2.2.3 Hutan Hujan Tropis

Gambar 2.5 Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis yang besar membentang mengelilingi ekuator dan menutupi sebagian besar wilayah amerika tengah , amerika selatan , afrika tengah , asia tenggara, dan australia utara. Hutan ini merupakan ekosistem dunia yang paling kompleks yang mengandung sumber kekayaan.hutan hujan ini berkembang di wilayah-wilayah yang selalu bercurah hujan dan bersuhu tinggi. Selama ratusan tahun hutan ini telah mengembangkan habitat satwa liar terkaya di dunia wilayah permukaan bumi yang tertutup oleh hutan ini hanyalah kurang dari 10%, tetapi spesies binatang dan tumbuhan yang ada di dalamnya mencapai hingga 50% sampai 70%. Hutan hujan terbesar di dunia adalah hutan amazon di Brasil.
Semua hutan hujan mempunyai susunan yang sama yaitu lima lapisan utama, setiap lapisan mempunyai kehidupan tumbuhan dan binatang sendiri.
1. Lapisan atas kanopi
Lapisan ini terdiri atas beberapa pohon tertinggi yang ketinggiannya mencapai 9,144 m sampai 15,24 m diatas rata-rata tinggi pepohonan di bawahnya.

Dari tempat ini, terdapat eleng jambul dan burung pemangsa lainnya mengawasi binatang-binatang yang akan dimangsa.
2. Lapisan kanopi
Ketinggian pohon mencapai 30,48 m sampai 39,69 m dari tanah dan beberapa di atasnya mempunyai ketebalan 9,144 m. Lapisan ini merupakan atap yang selalu hijau yang terbentuk oleh gabungan dedaunan dan cabang-cabang puncak pohon. Sebagian besar tumbuhan dan binatang hutan terdapat di lapisan ini untuk mendapatkan matahari yang berlimpah.
3. Lapisan bawah kanopi
Terdiri atas puncak-puncak pohon lebih kecil yang hanya mendapatkan sedikit sinar matahari seperti : Palma dan pohon-pohon muda yang berjuang tumbuh. Lapisan ini lebih tipis dibandingkan dengan lapisan kanopi dan mempunyai komunitas kehidupan tumbuhan dan binatang sendiri.
4. Lapisan semak
Terdiri dari belukar dan pohon-pohon kecil. Lapisan ini bergantung pada sinar matahari yang menembus lapisan atas jika tidak ada sinar matahari yang mencapai lapisan ini, maka lapisan ini akan tipis atau jarang.
5. Lapisan bawah
Pakis dan rerumputan membentuk lapisan di permukaan tanah. Binatang yang tinggal di lapisan ini adalah tapir dan beragam serangga.

2.5 Ketergantungan Dalam Ekosistem Hutan
Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia.

2.5.1 Rantai makanan
adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.
1. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
2. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.
3. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3
Organisme dalam kelompok ekologis yang terlibat dalam rantai makanan digolongkan dalam tingkat-tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan.
Sumber asal energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan C02 dari udara. Oleh karena itu, tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat trofik pertama. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk tingkat trofik ketiga, sedangkan karnivora yang memakan karnivora di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota iingkat trofik keempat.

2.5.2 Aliran Energi

Gambar 2.7 Aliran energi

Energi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Energi diperoleh organisme dari makan yang dikonsumsinya dan digunakan untuk aktifitas hidupnya. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Tumbuhan berklorofil memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Organismr yang menggunakan energi cahaya matahari untuk mengubah zat anoganik disebut kemoautotrof organisme yang menggunakan energi yang didapat dari reaksi kimia untuk membuat makanan disebut kemoautotrof energi yang tersimpan dalam makanan inilah yang digunakan oleh konsumen untuk aktivitas hidupnya. Pembesaran energi yang tersimpan dalam makanan dilakukan denga oksidasi ( respirasi). Golonga organisme autotrof merupakan makanan penting bagi organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri, misalnya manusia, hewan dan bakteri tertentu. Makanan organisme heterotrof berupa bahan organik yang sudah jadi.
Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu kebentuk energi yang lai dimulai dari sinar matahari lalu keprodusen, konsumen primer, konsumrn tinggkat tinggi sampai saproba didalam tanah.

Agar lebih jelas memahami aliran energi, perhatikan gambar berikut :

matahari

Mati Mati Mati Mati

Gambar 2.8 Siklus energi

Keterangan :
Produsen = prudusen primer
Herbivora = konsumen primer
Karnivora = konsumen sekunder
= siklus energi
= siklus materi

2.6 Pelestarian Ekosistem Hutan

Gambar 2.9 Pelestarian Ekosistem Hutan

Peranan keanekaragaman mahluk hidup dalam ekosistem adalah sebagai penyeimbang dalam ekosistem. Tindakan-tindakan yang dapat merusak keanekaragaman mahluk hidup: perusakan hutan misalnya Penebangan hutan secara liar dapat merusak struktur tanah, merusak tumbuhan kecil akibat tertimpa oleh pohon besar yang ditebang dan satwa liar kehilangan tempat hidupnya. Penggunaan pestisisa misalnya penggunaan pestisida secara berlebihan tidak hanya membunuh hama saja tetapi juga membunuh organisme lainnya. Perburuan liar misalnya seperti peburuan harimau dan ular untuk diambil kulitnya, gajah untu diambil gadingnya dan badak untuk diambil culanya akan membuat hewan-hewan tersebut terancam punah.

Memelihara pelestarian hutan, dengan cara :
1. Reboisasi yaitu menanami kembali hutan-hutan yang telah gundul. Contohnya reboisasi di gunung kidul, reboisasi dilampung, reboisasi di lebak, dll
2. Melakukan tebang pilih yaitu menebang pohon dengan kriteria-kriteria tertentu. Contohnya: menebang pohon jati yang diameternya sudah 75 cm.
3. Menghindari kebakaran hutan contoh untuk menghindari kebakaran hutan dapat dilakukan dengan memberi pengarahan pada masyarakat agar tidak membakar lahan disekitar hutan. Memberi pelatihan pada masyarakat cara-cara pemadaman kebakaran hutan jika ada kebakaran hutan.
4. Menetapkan Daerah Perlindungan Alam
Contoh daerah perlindungan Alam di Indonesia :

1. Taman hutan raya dan hutan wisata
2. Cagar Alam
3. Taman nasional
4. Merehabilitasi Satwa Langka

Contoh :
Merehabilitasi orang utan yang dipelihara oleh perorangan dan disita oleh negara kemudian dikembalaikan lagi kehabitatnya. Sebelum dikembalikan direhabilitasi dulu agar orang utan dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan hutan sebagai habitat aslinya. Pusat rehabilitasi orang utan yaitu di Samboja, Tanjung Pinang dan Bukit Lawang .

Penangkaran satwa dan tumbuhan langka. Satwa langka dapat ditangkarkan dikebun binatang atau tempat penangkaran yang ditunjuk. Jika populasi sudah banyak, sebagian dilepaskan lagi dihabiatat aslinya. Tumbuhan langka dapat ditangkarkan dikebun raya atau tempat konsevasi alam lainya. Pembiakan diluar habitat aslinya disebut ex situ. Sedangkan didalam aslinya disebut in situ.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dari data-data diatas dapat disimpulakan bahwa ekosistem terutama ekosisistem hutan bukan hanya komponen biotik tetapi komponen abiotik juga sangat mempengaruhi ekosistem jika salah satu komponen ekosistem tersebut punah, maka komponen ekosistem lainnya akan terganggu, lama kelamaan maka semuanya juga akan ikut punah. Jika ekosistem sampai punah manusia juga akan punah. Untuk menghindari hal tersebut, kita harus melestarikan ekosistem terutama ekosistem hutan.

3.2 Saran
1. Kita harus dapat menjaga kelestarian hutan denga tidak menebang pohon secara sembarangan.
2. Mengdakan reboisasi pada hutan yang gundul.
3. Menjaga mahluk hidup yang ada dihutan.

DAFTAR PUTAKA

Hamdani. 2007. Bagan Rantai Makanan dalam Ekosistem Hutan Hujan. Avaiable at : http://en.forkus.com/l/contoh-bagan-rantai-makanan-dalam-ekosistem-hutan-hujan.htm. Accesed march 2010.
Kirana Candra, Pramudyanti IR. 2006. Kreatif : Biologi untuk Kelas XI. Klaten : CV Viva Pakarindo.
Praweda. 2006. Biologi : Rantai Makanan. Aviable at : http://bos.fkip.uns.ac.id/pub/bebas/v12/sponsor/Sponsor-pendamping/Praweda/Biologi/0030%20Bio%201-7a.htm. Accesed march 2010.
Sartifa Ulfa. 2009. Lingkungan : Ekosistem. Aviable at : http://hend-learning.blogspot.com/2009/05/ekosistem.html. Accesed march 2010
Surata SPK. 2009. Ekologi Umum : Sebuah Pendekatan Lokal.Pelawa Sari.

Hadiah untuk para pengunjung karena telah membuka blog ini maka akan saya berikan alamat website yang dikunjungi paling banyak dan mungkin sangat berguna, 1 2 3

About these ads

12 Tanggapan to “Ekosistem Hutan”

  1. ronaldo efendi Says:

    hai. apa kabar semua saya telah menemukan makalah tentang ekosistem

    • supeksa Says:

      :)

  2. ayu Says:

    malam kak …..
    kenalkan ini ayu, oya makasih atas infonya ini ya, oy bolh tnya2 lgi gak kak seputar ekosistem ini

    • supeksa Says:

      @ ayu : pagi…maaf bru membuka blog pagi . lam knal juga. nyanya . bleh kok . maunya nanya apa ?

  3. torichis Says:

    thanks ya
    materinya sangt membantu

    • supeksa Says:

      sama2. :)

  4. fomor the fearlles Says:

    buat nambah nilai tugas biologi ni!! thx buat Ketut Supeksa buat bikn blog ni ;)

  5. Noer Says:

    Info yg bermanfaat sobat. Sukses selalu ya….

  6. # www.scamchecker.com Says:

    Hi there! I could have sworn I’ve visited this website before but after looking at a few of the posts I realized it’s new to me.
    Nonetheless, I’m certainly happy I stumbled upon it and I’ll be bookmarking it and
    checking back regularly!

  7. blogbasics.com Says:

    Hi, after reading this awesome article i
    am too happy to share my knowledge here with mates.

  8. Gambar Ekosistem - Vianku.com Says:

    […] Ekosistem hutan | ketut supeksa anak bali […]

  9. The Trends Today satuan dalam ekosistem | The Trends Today Says:

    […] Ekosistem hutan | ketut supeksa anak bali Om swastyastu, dalam waktu 1 bulan sejak 6 desember 2013 semua artikel di blog ini akan berpindah ke http://supeksa.blogspot.com. om santih3x om. […]


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: