makanan,kesehatan,penyakit,dan perkembangan


Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun).

Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.

Satu janis zat gizi tertentu kemungkinan terkadung/ terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain.

Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragamjenisnya.

Zat gizi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu

berdasarkan fungsi, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh

dan berdasarkan sumbernya:

1. Berdasarkan fungsi

Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.

a. Zat gizi sebagai sumber energi

Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh.

Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.

Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.

b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh

Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.

Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.

c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh

Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh.

Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik.

Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.

2. Berdasarkan jumlah

Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:

a. Zat gizi makro

Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.

b. Zat gizi mikro

Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.

3. Berdasarkan Sumber

Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu nabati dan hewani

Dari Buku Sekolah

________________________________________

Terima kasih: Duta Pulsa – Persewaan Alat Pesta – Toko Jilbab – Koleksi Abaya-Busana Muslim – Kerudung Murah

Makan. Setiap hari, tentu saja manusia butuh makan. Berapa banyak kegiatan manusia yang bersangkutan dengan kata makan, tentu akan panjang sekali daftarnya. Namun dari kegiatan makan tersebut akan muncul pertanyaan. Apakah makanan itu sehat? Dan pola makannya pun sehat?

Tentu saja jawabannya akan beragam sekali. Tergantung dari tingkat pengetahuan gizi dan kesadaran orang tersebut. Untuk itu perlu kiranya pengetahuan akan gizi, agar dapat diterapkan dalam keseharian. Terutama bagi kaum wanita. Mengapa? Karena biasanya, kaum wanitalah yang mempunyai kesempatan dan kemampuan lebih untuk mengelola penyediaan konsumsi keluarga. Walaupun tidak tertutup kemungkinan, kaum laki-laki juga mempunyai kemampuan dalam hal ini.

Bagi kaum wanita, tentu saja ini merupakan suatu penghormatan tersendiri. Karena dengan penyediaan makanan yang sehat dalam keluarga, insya Allah, kondisi setiap anggota keluarga akan lebih terjamin. Dengan kondisi tubuh yang baik, maka akan dapat mendukung mereka untuk bisa berprestasi. Dengan demikian, peran kaum wanita penting untuk mendukung kesuksesan masing-masing anggota keluarga.

Apa perlunya pola makan sehat?

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa dengan pola makan yang sehat, kondisi fisik tubuh akan lebih terjamin sehingga tubuh akan dapat melakukan aktifitasnya dengan baik pula. Dengan tubuh yang sehat, orang akan lebih bersemangat untuk bekerja, berpikir dan akan lebih produktif. Begitu pula halnya dengan anak-anak. Anak yang sehat akan tampak lebih lincah, kreatif dan bersemangat belajar. Hal ini karena kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dengan baik sehingga organ-organ tubuh akan melakukan fungsinya dengan baik pula.

Sebaliknya, bila tubuh kekurangan suatu zat gizi tertentu, maka daya tahannya juga akan menurun. Kemampuan kerjanya melemah. Dan bila berkelanjutan akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya.

Jangan sampai lupakan pula kondisi kesehatan si ibu itu sendiri. Terutama bagi ibu yang sedang hamil dan menyusui. Kebutuhannya lebih banyak dibanding kondisi biasa. Namun bukan berarti kebutuhannya menjadi dua kali lipatnya. Bagaimana kondisi si ibu akan sangat berpengaruh pada bayi. Juga bagi yang tidak sedang hamil, sebaiknya jangan terobsesi dengan keinginan menjadi langsing namun tidak memperhatikan kebutuhan tubuh.

Lalu bagaimana pola makan yang sehat itu?

Ada dua hal yang terkandung dari ´Pola Makan Sehat´ ini. Yaitu makanan yang sehat dan Pola makannya. Pertama, sedikit akan kita bicarakan mengenai makanan yang sehat.

Makanan yang sehat yaitu makanan yang di dalamnya terkandung zat-zat gizi. Sedangkan zat gizi itu sendiri adalah zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat zat gizi tersebut yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Kemudian juga vitamin dan mineral yang sangat banyak manfaatnya. Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam kebanyakan makanan kita. Karbohidrat yang kita konsumsi dapat berupa zat pati dan zat gula. Karbohidrat yang terdapat pada serealia dan umbi-umbian biasa disebut zat pati.

Sedangkan yang berasal dari gula pasir (sukrosa), sirup, madu dan gula dari buah-buahan disebut zat gula.

Protein dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan (nabati). Di dalam tubuh banyak sekali manfaat protein ini. Di antaranya untuk pembentukan sel-sel tubuh, memperbaiki sel-sel yang rusak, dapat dipecah untuk menghasilkan energi dan sebagainya. Agar dapat diperoleh kandungan protein yang lengkap, maka perlu untuk mengkombinasikan sumber pangan, dari bahan hewani dan nabati. Kebutuhan protein untuk orang dewasa untuk diet barat menurut FAO/WHO sekitar 0,8 g/kg berat badan. Untuk orang Indonesia dewasa diperkirakan sekitar 0,9 g/kg berat badan (Puslitbang Gizi). Bahan makanan yang banyak mengandung protein misalnya telur, susu sapi, daging sapi, ayam, kedelai, dan lain-lain.

Lemak merupakan bahan pangan berenergi tinggi karena setiap gramnya memberi lebih banyak energi daripada karbohidrat atau protein. Lemak merupakan cadangan energi yang disimpan dalam jaringan adipose. Vitamin merupakan zat-zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit. Vitamin-vitamin tersebut esensial dalam arti tidak dapat disintesis oleh jaringan tubuh manusia semuanya atau dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam kondisi normal. Berdasarkan kelarutannya, vitamin dibagi menjadi dua. Yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K)

Contoh-contoh bahan makanan yang mengandung vitamin tsb di antaranya:

• Vitamin B misalnya kacang, telur, biji-bijian, hati, dll

• Vitamin C misalnya jeruk, tomat, kubis, buah-buahan, dll

• Vitamin A misalnya wortel, hati, minyak ikan, dll

• Vitamin D misalnya minyak ikan, telur

• Vitamin E misalnya sayur-sayuran hijau, minyak, dll

• Vitamin K misalnya daun hijau, sayur-sayuran, keju, kuning telur.

Mineral juga merupakan unsur yang diperlukan tubuh. Mineral yang dibutuhkan tubuh secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu makro mineral dan mikro mineral.

Makro mineral yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu Ca, P (phospor), S (belerang), K (kalium), Na (natrium), Cl (chlor) dan Mg (magnesium). Banyak didapatkan dari keju, kerang-kerangan, garam meja, kacang-kacangan , dll. Sedangkan mikromineral yang dibutuhkan tubuh misalnya Fe, Flour, Zn (seng), Si (silicon), dll. Namun di antara mikromineral tersebut, Fe adalah mikromineral yang paling banyak dalam tubuh manusia.

Air bukan merupakan salah satu zat gizi. Namun sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sekitar 70% komponen massa tubuh orang dewasa adalah air. Karena itu usahakan untuk mengkonsumsi air 2-2,5 liter per hari untuk orang dewasa.

Zat nabati sekunder atau fungsional

Sekarang ini telah diketahui bahwa di samping zat-zat makanan yang telah diulas di atas terdapat pula zat-zat lainnya di dalam bahan makanan nabati (asal dari tanaman) yang tidak mempunyai sifat sebagai zat gizi, namun sangat diperlukan oleh tubuh karena mengkondisikan tubuh untuk terhindar dari berbagai macam penyakit. Kelompok zat ini dinamakan zat nabati sekunder atau fungsional dan terdapat terutama pada buah dan sayur.

Zat-zat sekunder ini jumlahnya kecil sekali, namun sudah cukup untuk menghasilkan efek positif yang sangat besar terhadap kesehatan. Di samping sebagai sumber zat nabati fungsional, bahan pangan nabati juga mengandung serat kasar yang meskipun tidak menyumbang energi namun mutlak diperlukan untuk proses pencernaan. Serat kasar akan dikeluarkan kembali oleh tubuh dalam bentuk feses (kotoran) saat buang air besar.

Jadi, makanan kita hendaknya tidak hanya mengenyangkan dan mendatangkan energi, namun juga mengandung zat-zat gizi lengkap sesuai kebutuhan tubuh serta zat nabati fungsional dan serat.

Pola makan

Pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang tertuang dalam 13 pesan dasar sebagai berikut (Pedoman Umum Gizi Seimbang, Direktorat Gizi Masyarakat, RI):

1. Makanlah aneka ragam makanan

2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi

3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi

5. Gunakan garam beryodium

6. Makanlah makanan sumber zat besi

7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur empat bulan

8. Biasakan makan pagi

9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya

10. Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur

11. Hindari minum minuman beralkohol

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan

13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

Sedangkan pada masyarakat Jepang, ada beberapa anjuran untuk menjaga kesehatan ini (Dept. Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, 2002):

1. Bila badan dan hati merasa puas maka akan dapat menciptakan kesehatan

2. Makanlah makanan yang bergizi lengkap, karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan juga air

3. Makanlah tiga kali sehari dengan porsi yang seimbang

4. Makanlah cukup sayuran dan buah buahan

5. Minumlah susu

6. Makan jangan berlebihan

7. Jangan lupa makan pagi

8. Setelah makan jangan langsung tidur 9. Jangan banyak garam, bahan tambahan makanan, makanan instant dan bumbu penyedap

9. Usahakan ragam makanan 30 jenis dalam 1 hari

10. Jangan lupa olahraga

11. Diet yang aman

12. Kunyahlah makanan dengan baik dan jangan terburu-buru

13. Lakukan olahraga dengan teratur

14. Makanlah bersama keluarga dengan gembira

Pengecekan Pola Makan

Ada cara sederhana untuk mengecek apakah pola makan Anda selama ini sudah cukup baik atau belum, yaitu dengan menggunakan metode Body Mass Index (BMI).

BMI = berat badan (dalam kilogram)

kuadrat tinggi badan (dalam meter)

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan kurang dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif. Oleh karena itu, mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang.

Pedoman ini bertujuan memberikan penjelasan tentang cara-cara yang dianjurkan untuk mencapai berat badan normal berdasarkan IMT dengan penerapan hidangan sehari-hari yang lebih seimbang dan cara lain yang sehat. Untuk memantau indeks massa tubuh orang dewasa digunakan timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan.

IMT Sebagai Alat Pemantau Berat Badan

Dengan IMT akan diketahui apakah berat badan seseorang dinyatakan normal, kurus atau gemuk. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur > 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan. Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan FAO/WHO, yang membedakan batas ambang untuk laki-laki dan perempuan. Disebutkan bahwa batas ambang normal untuk laki-laki adalah: 20,1 – 25,0; dan untuk perempuan adalah : 18,7 -23,8. Untuk kepentingan pemantauan dan tingkat defisiensi kalori ataupun tingkat kegemukan, lebih lanjut FAO/WHO menyarankan menggunakan satu batas ambang antara laki-laki dan perempuan. Ketentuan yang digunakan adalah menggunakan ambang batas laki-laki untuk kategori kurus tingkat berat dan menggunakan ambang batas pada perempuan untuk kategori gemuk tingkat berat. Untuk kepentingan Indonesia, batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang. Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut (Direktorat Gizi Masyarakat, RI):

Kategori IMT

Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0 Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 –18,4 Normal 18,5 –25,0 Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 –27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0

Kategori seseorang menurut IMT-nya :

1. IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat. 2. IMT 17,0 – 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan. 3. IMT 18,5 – 25,0: keadaan orang tersebut termasuk kategori normal. 4. IMT 25,1 – 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan. 5. IMT > 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat

Contoh cara menghitung IMT:

Eko dengan tinggi badan 148 cm dan berat badan 38 kg, maka IMT-nya:

38 kg

——————— = 17,3

(1,48 X 1,48)m2

Status gizi Eko adalah kurus tingkat ringan. Eko dianjurkan menaikkan berat badan sampai menjadi normal antara 41 – 54 kg dengan IMT 18,5 – 25,0. PERHATIAN !

Seseorang yang termasuk kategori kekurangan berat badan tingkat ringan (KEK ringan) sudah perlu mendapat perhatian untuk segera menaikkan berat badan.

Opong dengan tinggi badan 159 cm, mempunyai berat badan 70 kg. Maka IMT Opong adalah :

70 kg

———————- = 27,7

(1,59 X 1,59)m2

Berarti status gizi Opong adalah gemuk tingkat berat, dan Opong dianjurkan menurunkan berat badannya sampai menjadi 47 – 63 kg agar mencapai berat badan normal (dengan IMT 18,5 – 25,0).

PERHATIAN !

Seseorang dengan IMT > 25,0 harus berhati-hati agar berat badan tidak naik. Dianjurkan untuk menurnkan berat badannya sampai dalam batas normal.

Penutup

Mudah-mudahan bermanfaat. Khususnya bagi para wanita, para ratu dapur, antarkan keluarga Anda menuju kesuksesan dengan diawali dari pola makan yang sehat !

Oleh: Rika Hardani, S.P.

Sumber :

1. Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), Direktorat Gizi Masyarakat, RI.

2. Pedoman Praktis Memantau Status Gizi Orang Dewasa, Direktorat Gizi Masyarakat, RI.

3. Departemen Kesehatan , Tenaga kerja dan Kesejahteraan Jepang, 2002. (bahan pustaka dalam edisi bahasa jepang)

4. Studi bahan pangan bidang science dan technology, Jepang. 2000. (bahan pustaka dalam bahasa Jepang)

5. Home Page Terumo Corporation, japan, 2001.

6. Nutritional Biochemistry and Metabolism. Maria C.Linder. 1992

7. Seminar Nasional Jepang mengenai Ukuran Berat Badan dan Lemak Tubuh, 1999. (Bahan Pustaka dalam bahasa Jepang)

< Prev Next >

Category

• Agronomi (Budidaya)

• Food Processing (Pengolahan Pangan)

• Health (Kesehatan)

• Public Information (Info Umum)

• Internet

• Heart Contemplation (Renungan Qolbu)

• Computer (Komputer)

Copyright © 2008 Article Colection. Allright Reserved.

Design by Rusiman.

ART OF FAMILY MEDICINE: GIZI ANAK, PENYAKIT PENYEBAB GANGGUAN GIZI, DAN MALNUTRISI

Diterbitkan Mei 1, 2009 science 7 Comments

Tanjung Enim Selatan, 29 April 2009

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang meliputi:

• pemenuhan kasih sayang dan perlindungan,

• makanan bergizi seimbang (sejak lahir sampai 6 bulan hanya ASI saja, 6 bulan – 2 tahun ASI ditambah makanan pendamping ASI).

BAYI

0-6 BULAN

• ASI EKSKLUSIF

1/2-3 TAHUN

• Makanan= dewasa, gampang dicerna, dan tidak merangsang. gas dan alkohol dilarang, bisa menyebabkan perut kembung dan diare.

• ASI + MP(makanan pelengkap) ASI hingga dua tahun.

• Saat usia 1 – 3 tahun anak-anak masih sebagai konsumen pasif, artinya mereka tinggal menerima apa saja yang disediakan orang tuanya.

• Gigi belum dapat digunakan untuk mengunyah makanan yang terlalu keras.

4-6 TAHUN

• masa ini adalah masa perkembangan mental anak;

anak berani mengatakan tidak terhadap makanan yang ditawarkan.

• TIDAK BERARTI PERANG!!! ‘perang di meja makan’

anak hanya mau makan satu jenis makanan, ayam saja, sate, bubur,,,

• Silahkan selama itu masih memenuhi gizi anak. Tetapi orangtua tidak boleh jera menawarkan makanan-makanan tiap kali makan.

• Pendidikan gizi serta kebiasaan makan yang baik mulai dapat diterapkan pada usia ini.

7-12 TAHUN (ANAK)

• Energi >>

• Perlu Perhatian khusus karena mereka disibukkan kegiatan ekstrakurikuler di luar rumah

• Yang penting, biasakan makan pagi sebelum anak berangkat ke sekolah

PENYAKIT PENYEBAB GANGGUAN GIZI ANAK

ANEMIA ANAK

AKIBAT:

• pertumbuhan fisik terlambat,

• perkembangan kecerdasan dan mental terhambat

• daya tangkap belajar menurun,

GEJALA

• gejala 5 L yaitu: lesu, lemah, letih, lelah dan lalai.

PENYEBAB

Cacingan, sakit lama, tidak mau makan

KARIES GIGI

(GIGI BERLUBANG)

• Lubang pada gigi. Terlalu banyak makan cemilan lengket dan mengandung gula.

• Biasanya hal ini berlanjut hingga anak berusia remaja, bahkan dewasa.

• Prinsipnya: makanan apapun bisa menimbulkan karies jika sesudah makan tidak dibiasakan menggosok gigi.

BERAT BADAN BERLEBIH (OBESITAS)

• Jika tidak segera diatasi, berat badan berlebih akan berlanjut sampai remaja dan dewasa.

• Berbeda dengan dewasa, kelebihan berat badan anak tidak boleh diturunkan, karena penyusutan berat badan akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan.

PICA

• Adalah kebisaan untuk memasukkan barang apa saja ke dalam mulut, misalnya kain perca, kelereng maupun uang logam dengan tujuannya untuk ditelan/dimakan.

• sedangkan yang hanya menggigit-gigit saja bukan disebut pica.

TELEVISI

• Sesungguhnya, televisi tidak menimbulkan masalah gizi, tetapi tayangan makanan sangat mempengaruhi perilaku makan anak.

• Anak akan dengan sangat mudah untuk terbujuk dan langsung menyukai makanan tak bergizi ini.

• Salah satu cara efektifnya adalah dengan mengurangi waktu menonton anak,

• Memberi pengetahuan kepada anak tentang dampak negatif makanan yang diiklankan tersebut.

MALNUTRISI

CIRI

umumnya:

• rambutnya kemerahan dan jarang-jarang.

• Perutnya buncit,

• Otot-ototnya mengerut,

• Cengeng (mudah menangis),

• Tidak nafsu makan, lesu,

• Tekstur mukanya bulat,

• Mudah terkena penyakit.

MARASMUS

• Ciri:

• Tulang terbungkus kulit

• Jaringan lemak bawah kulit (nyaris) lenyap, otot mengecil.

• Kulit kering, tipis, tidak lentur, dan mudah berkeriput. Rambut tipis, jarang, kering, tanpa kilap normal dan mudah dicabut. Lekukan pada pipi dan mata, menjelaskan gambaran wajah seperti orang tua bahkan kera.

• Nafsu makannya tidak ada, mudah muntah. Paling sering terkena diare. Anak tidak dapat berdiri sendiri tanpa dibantu.

KWASHIORKOR

• Bengkak, jika ditekan dia melekuk, tidak sakit dan lunak, terjadi di daerah kaki. Bisa menyebar terus ke daerah perut, tangan dan wajah.

• Kulit bersisik dan mudah mengelupas.

• Rambut kering, tipis dan mudah dicabut, warna berubah menjadi coklat, merah bahkan putih kekuningan.

• Disebabkan oleh defisiensi protein yang berat bisa dengan konsumsi energi dan kalori tubuh yang tidak mencukupi kebutuhan.

• Kwashiorkor atau busung lapar

• Perut buncit karena usus dan lambung tidak dapat bekerja

3 Tanggapan to “makanan,kesehatan,penyakit,dan perkembangan”

  1. Ulya Says:

    Maaf, saya sedang mencari pembandingan antara kasus tenaga kerja di luar negeri dan pemakaian zat2 berbahaya pada makanan yang kerap terjadi di Indonesia, dgn negara lain. Yaitu negara maju dlm hal ini Jepang dan negara berkembang India. Apakah hal itu juga terjadi di negara tersebut? Di mana saya bisa mendapat datanya?

    • supeksa Says:

      coba km kunjungi link ini http://www.bnp2tki.go.id/content/view/2625/231/ . soalnya saya juga belum mengetahui secara rinci tentang masalah tki, dan mengenai makanan di luar negeri hanya ini yang dapat saya berikan http://msholihulhadi.wordpress.com/2009/04/30/mengenal-negara-jepang-2-rumah-makanan-dan-pakaian/🙂

  2. wayan Says:

    hebatttt…u…..
    n in bza jadi perbandigan,,,,,,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: