Sistem koordinasi


Sistem Koordinasi adalah organ dan sistem organ yang bekerja sama secara efisien. Sistem koordinasi
meliputi sistem indera, sistem saraf, dan sistem hormon.

4. Sistem Saraf
Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh (rangsangan eksternal) yang mampu diterima reseptor luar
(eksteroseptor), misalnya berupa bau, rasa (pahit-manis), sentuhan, suhu, cahaya, suara, gravitasi, dan
rangsangan yang berasal dari dalam tubuh (rangsangan internal) yang mampu diterima reseptor dalam
(interoseptor), misal rasa lapar, haus, nyeri, kelelahan dan sebagainya.
Reseptor atau penerima rangsangan adalah sel yang memberikan respon terhadap rangsangan dari
lingkungan eksternal maupun internal. Pada tubuh kita, yang berperan sebagai reseptor adalah alat indera.
Efektor adalah sel atau organ yang digunakan untuk bereaksi terhadap rangsangan, baik dari dalam
maupun dari luar tubuh. Pada tubuh kita, yang berperan sebagai efektor utama adalah otot dan kelenjar.
1. Neuron (sel saraf)
Neuron merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Struktur neuron terdiri dari:
a. Badan sel (soma/perikarion)
Mengandung nukleus dan nukleolus yang dikelilingi sitoplasma granuler. Sitoplasma badan
sel juga mengandung badan Nissl (substansi kromatik) dan neurofibril (fibril/serat). Pada sistem
saraf pusat, badan sel neuron berkelompok menjadi nukleus. Sementara itu, badan sel yang
berkelompok selain di saraf pusat, umumnya disebut ganglion (jamak: ganglia). Fungsi badan sel
menerima impuls dari dendrit.
b. Dendrit
Merupakan uluran pendek yang bercabang-cabang dan keluar dari badan sel. Fungsi dendrit
menghantarkan impuls ke arah badan sel.
c. Akson
Merupakan satu uluran panjang dari badan sel. Fungsi akson menghantarkan impuls
menjauhi badan sel. Akson diselubungi oleh substansi lemak berwarna putih kekuningan yang
disebut selubung mielin. Di tempat tertentu ada akson yang tidak dibungkus selubung mielin yang
disebut simpul Ranvier (nodus Ranvier), yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
Gambar. Struktur neuron (arah jalannya rangsangan
ditunjukkan oleh tanda panah).
Macam-macam Neuron
a. Neuron berdasarkan jumlah uluran
 Neuron unipolar
Hanya memiliki satu uluran yang timbul dari badan sel, misal neuron sensorik unipolar
yang terdapat pada hewan tingkat rendah.
Lampiran 34
 Neuron bipolar
Memiliki dua uluran, yaitu akson dan dendrit, misal pada retina, koklea, dan epitel
olfaktori (hidung).
 Neuron multipolar
Memiliki satu akson dan beberapa dendrit, misal neuron motorik yang keluar dari
sumsum tulang belakang.
b. Neuron berdasarkan fungsi
 Neuron sensorik
Merupakan neuron yang badan selnya bergerombol membentuk ganglia, akson pendek,
dendrit panjang. Neuron ini berhubungan dengan alat indera untuk menerima rangsang, dan
berfungsi menghantarkan impuls saraf dari reseptor (alat indera) menuju otak atau sumsum
tulang belakang, disebut juga neuron indera.
 Neuron motorik
Merupakan neuron yang memiliki dendrit pendek yang berhubungan dengan akson lain,
dan akson panjang yang berhubungan dengan efektor (otot atau kelenjar). Fungsi membawa
impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju efektor (otot atau kelenjar), disebut juga
neuron penggerak.
 Neuron konektor
Merupakan neuron multipolar dengan dendrit pendek berjumlah banyak, akson ada yang
pendek dan ada yang panjang. Ujung dendrit berhubungan dengan ujung akson dari saraf yang
lain membentuk sinaps. Banyak terdapat di sumsum tulang belakang dan otak yang berfungsi
meneruskan rangsang dari neuron sensorik ke neuron motorik.
Gambar. (a) Neuron Sensorik, (b) Neuron Konektor, (c) Neuron Motorik
2. Sinaps
Sinaps adalah sambungan antara neuron yang satu dengan neuron yang lain.
Struktur sinaps: Pada sinaps terdapat celah yang dikenal dengan nama celah sinaps. Neuron sebelum
sinaps disebut neuron prasinaps, sedangkan neuron setelah sinaps disebut neuron pascasinaps.
Penjalaran impuls melintasi sinaps berlangsung searah, yaitu dari neuron
prasinaps ke neuron pascasinaps dan melibatkan neurotrasmiter (zat
penghantar). Ada berbagai macam neurotransmiter, antara lain asetilkolin
yang terdapat pada sinaps di seluruh tubuh, noradrenalin yang terdapat
pada sistem saraf simpatik, serotonin dan dopamin yang terdapat pada
saraf pusat atau otak.
Mekanisme kerja sinaps: Neurotransmiter diproduksi oleh neuron prasinaps dan disimpan di dalam
vesikel. Bila suatu impuls tiba di bongkol sinaps, ada sejumlah kecil ion Ca2+ masuk ke dalam bongkol
sinaps sehingga vesikel-vesikel bergerak menuju ke membran prasinaps. Vesikel kemudian
melepaskan neurotransmiter. (Lihat Gambar!)
Berdasarkan tempatnya, sinaps dibedakan menjadi tiga macam:
a. Sinaps aksosomatik, sinaps yang terletak di antara akson dari satu neuron dengan badan sel dari
neuron lain;
b. Sinaps aksodendritik, sinaps yang terletak di antara akson dari neuron yang satu dengan dendrit
dari neuron lain;
c. Sinaps aksoaksonik, sinaps yang terletak antara ujung akson dari neuron yang satu dengan akson
neuron lain.
3. Impuls Saraf
Salah satu sifat neuron adalah permukaan luarnya bermuatan positif, sedangkan bagian dalamnya
bermuatan negatif. Jadi, ada perbedaan potensial antara neuron bagian luar dengan neuron bagian
dalam yang disebut polarisasi. Bila neuron tersebut dirangsang, di tempat tersebut terjadi penurunan
beda potensial atau muatannya berubah, yaitu bagian luarnya menjadi negatif dan bagian dalamnya
menjadi positif, yang disebut depolarisasi. Peristiwa perubahan muatan ini disebut potensial aksi saraf
atau impuls saraf. Teori penghantaran impuls yang diterima para ahli adalah teori membran, sebagai
berikut:
a. Dalam keadaan istirahat, serabut saraf berada dalam keadaan polarisasi (permukaan luar +,
permukaan dalam -).
b. Ditempat serabut saraf dirangsang terjadi depolarisasi (permukaan luar menjadi -, permukaan
dalam menjadi +).
c. Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah yang mengalami polarisasi timbul
aliran listrik disebut arus lokal atau sirkuit setempat. Arus lokal akan menyebabkan depolarisasi di
daerah sebelahnya. Kemudian, akan timbul arus lokal dan diikuti depolarisasi di daerah
sebelahnya, demikian seterusnya.
d. Depolarisasi akan selalu berpindah tempat atau menjalar di sepanjang serabut saraf sehingga
timbul impuls saraf.
e. Setelah mengalami depolarisasi, daerah tersebut mengalami keadaan refrakter atau tidak peka lagi
terhadap rangsangan.
Gambar. Penghantaran rangsang dengan mengubah polaritas membran neuron
4. Terjadinya Gerak
Gerakan salah satu anggota tubuh kita dapat dijadikan bukti bahwa di dalam tubuh kita telah terjadi
penghantaran impuls oleh saraf dan menimbulkan tanggapan yang disampaikan oleh saraf motorik
dalam bentuk gerak.
Gerakan pada tubuh manusia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Gerak biasa atau gerak sadar
Perjalanan impulsnya: reseptor 8 neuron sensorik 8 saraf pusat (otak) 8 neuron motorik
8 efektor.
b. Gerak refleks
Perjalanan impulsnya disebut lengkung refleks: reseptor 8 neuron sensorik 8 neuron
konektor 8 neuron motorik 8 efektor.
Gerak refleks ada dua, yaitu refleks otak dan refleks sumsum tulang belakang. Refleks otak,
neuron konektor terletak di otak, misal refleks pupil mata karena rangsang cahaya. Refleks
sumsum tulang belakang, neuron konektor terletak di sumsum tulang belakang, misal refleks pada
lutut.
5. Sistem Saraf Manusia
Otak depan (Prosencephalon)
Otak Otak tengah (Mesencephalon)
Otak belakang (Rombencephalon)
Sistem saraf pusat
Sumsum lanjutan
Sumsum
Sistem saraf Sumsum tulang belakang
12 pasang saraf kranial
Saraf somatik (sadar)
31 pasang saraf spinal
Sistem saraf tepi
Saraf simpatik
Saraf otonom (tak sadar)
Saraf parasimpatik
Sistem saraf, terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Sistem Saraf Pusat, terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat berfungsi
mengatur dan mengendalikan semua aktivitas tubuh.
Otak dan sumsum dilindungi oleh selaput
meninges yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
a. Piameter (lapisan paling dalam), banyak terdapat
pembuluh darah, lapisan ini berfungsi untuk memberi
oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa
metabolisme.
b. Arachnoid (lapisan tengah), disebut demikian karena
bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya
terdapat cairan serebrospinalis; semacam cairan limfa
yang mengisi sela-sela membran arachnoid. Fungsi
selaput arachnoid adalah sebagai bantalan untuk
melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
c. Durameter (lapisan paling luar), merupakan membran
tebal fibrosa yang melapisi tengkorak.
Gambar. Sayatan membujur sistem saraf pusat, yaitu otak dan
sumsum tulang belakang
Otak bagian dalam berwarna putih banyak mengandung dendrit dan akson (substansi alba),
bagian luar berwarna kelabu banyak mengandung badan sel saraf (substansi grisea). Sedangkan
sumsum tulang belakang bagian dalam berwarna kelabu, bagian luar berwarna putih.
Otak
Bagian-bagian otak:
a. Otak depan (prosencephalon)
 Otak besar (cerebrum) berperan mengatur pernapasan, kesadaran, ingatan, keinginan,
kecerdasan, kepribadian, daya cipta, daya khayal. Otak besar dibagi menjadi empat bagian,
yaitu:
 Lobus frontalis (dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir.
 Lobus parietalis (ubun-ubun), bersama pelipis mengendalikan kemampuan berbicara dan
bahasa, juga pusat untuk merasakan dingin, panas, sakit.
 Lobus temporalis (pelipis), pusat bicara dan pendengaran.
 Lobus oksipetalis (belakang), pusat penglihatan dan dapat menyampaikan memori tentang
apa yang dilihat.
 Talamus, yaitu bagian penerima dan penerus impuls yang datang dari saraf perifer dan
meneruskannya ke pusat sensorik pada korteks otak.
 Hipotalamus, yaitu bagian pengatur suhu tubuh, rasa mengantuk, emosi, dan tekanan darah.
 Infundibulum, yaitu pangkal dari hipofisis (kelenjar endokrin).
b. Otak tengah (Mesencephalon)
Berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil, terdapat saraf okulomotoris (saraf yang
berhubungan dengan pusat pergerakan mata), misal mengangkat kelopak mata dan memutar
mata.
Gambar. (a) Otak besar dan bagian-bagiannya. (b) Daerah asosiasi pada otak besar
c. Otak belakang (Rombencephalon)
Memiliki tiga bagian utama yang membentuk batang otak, yaitu:
 Jembatan varol (pons varolli), menghubungkan bagian kiri dan kanan otak kecil,
menghubungkan otak kecil dan korteks otak besar.
 Sumsum lanjutan (medula oblongata), pusat pengatur refleks fisiologis, misal detak jantung,
tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, sekresi kelenjar pencernaan, pengatur
pernapasan, gerak refleks (batuk, bersin, berkedip).
 Otak kecil (cerebelum), mengatur sikap dan posisi tubuh, keseimbangan kerja otot dan rangka,
koordinasi gerakan otot.
Sumsum tulang belakang
Merupakan lanjutan dari medula oblongata terus kebawah sampai tulang punggung, tepatnya sampai
ruas kedua tulang pinggang. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan
cerebrospinal, yaitu cairan yang menyerupai cairan yang ada di otak. Pada potongan melintang,
bagian dalam berwarna abu-abu dan bentuknya seperti sayap atau seperti huruf H. Sayap (bentuk
huruf H) yang letaknya mengarah ke perut (sayap ventral), banyak mengandung badan neuron motorik
dan akson yang menuju ke efektor. Selain itu, terdapat sayap yang mengarah ke punggung (sayap
dorsal), mengandung badan neuron sensorik. Fungsi sumsum tulang belakang sebagai pusat gerak
refleks, sebagai penghantar impuls dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak
ke otot tubuh.
Gambar. Sayatan melintang sumsum tulang belakang
Sistem Saraf Tepi (Sistem Saraf Perifer), berdasarkan
arah impuls yang dibawa dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf aferen yang membawa impuls saraf
dari reseptor ke sistem saraf pusat. Sistem saraf eferen, membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat
ke efektor.
Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi pada manusia dibedakan menjadi:
a. Saraf somatik (sadar)
Mengatur gerakan yang disadari, misalnya gerakan kepala, badan, dan anggota gerak. Saraf
somatik tersusun atas saraf aferen dan saraf eferen yang dapat digolongkan menjadi:
 Saraf kranial, ada 12 pasang saraf yang keluar dari otak, terdiri dari saraf yang bersifat
sensorik yaitu saraf olfaktori, optik, auditori/vestibulokoklear (I, II, VIII); motorik yaitu saraf
okulomotor, troklear, abdusen, spinal (aksesori), hipoglosal (III, IV, VI, XI, XII); gabungan
sensorik dan motorik yaitu saraf trigeminal, fasial, glosofaringeal, vagus (V, VII, IX, X).
 Saraf spinal, ada 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang, terdiri dari
delapan pasang saraf leher, dua belas pasang saraf punggung, lima pasang saraf pinggang,
lima pasang saraf pinggul, dan satu pasang saraf ekor.
Gambar. Sistem Saraf Somatik.
b. Saraf otonom (tak sadar)
Mengontrol kegiatan organ-organ dalam seperti kelenjar keringat, otot perut, paru-paru,
jantung, otot polos, sistem pencernaan, otot jantung. Susunan saraf otonom digolongkan ke dalam
saraf eferen. Berdasarkan sifat kerjanya, saraf otonom dibedakan menjadi dua, yaitu:
 Saraf simpatik, memiliki ganglion terletak di sepanjang tulang punggung dan menempel pada
sumsum tulang belakang. Memiliki serabut praganglion pendek, serabut pascaganglion
panjang.
 Saraf parasimpatik, memiliki serabut praganglion panjang, serabut pascaganglion pendek.
Susunan saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglionganglion
yang tersebar di seluruh tubuh.
Gambar. Saraf simpatik dan Parasimpatik beserta aktivitas-aktivitas yang dilaluinya
Tabel 1. Bagian tubuh yang dipengaruhi saraf simpatik dan parasimpatik, serta fungsinya.
Bagian tubuh yang
dipengaruhi
Fungsi saraf simpatik Fungsi saraf parasimpatik
Jantung Mempercepat denyut jantung Memperlambat denyut jantung
Pupil Memperbesar pupil Memperkecil pupil
Pencernaan makanan Memperlambat proses pencernaan Mempercepat proses pencernaan
Bronkus Memperkecil bronkus Memperbesar bronkus
Arteri Memperkecil diameter pembuluh Memperbesar diameter pembuluh
Kantong kemih Mengembangkan kantung kemih Mengerutkan kantung kemih
6. Pengaruh Obat-obatan dan Narkoba terhadap Sistem Saraf
Narkoba (narkotika dan obat berbahaya yang berbentuk zat-zat kimia. Dalam pengobatan secara
medis dikenal adanya zat-zat kimia yang mampu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit, namun
tidak memiliki efek penyembuhan. Zat-zat kimia inilah yang sering disalahgunakan karena pemakaian
dengan dosis yang berlebihan akan berakibat buruk bagi kesehatan dan dapat menimbulkan
kerusakan pada sistem saraf. Beberapa contoh zat kimia yang berbahaya adalah:
a. Alkohol, sebagai obat luar memiliki efek sebagai desinfektan (mampu membunuh kuman). Namun,
banyak orang beranggapan bahwa alkohol dapat berfungsi sebagai stimultan, yaitu zat yang
mampu menimbulkan rasa senang dan menggairahkan. Pada kenyataannya alkohol justru bersifat
adiksi fisiologis, yaitu menyebabkan kecanduan sehingga timbul depresi yang ditandai dengan
perasaan gelisah dan ketakutan.
b. Obat-obatan terlarang, digolongkan menjadi empat, yaitu:
 Golongan sedatif, berefek sebagai obat penenang karena dapat menurunkan aktivitas otak.
Contoh: valium dan barbiturat.
 Golongan stimulan, berefek meningkatkan kerja otak, sehingga menimbulkan perasaan tidak
mengantuk dan tubuh dalam kondisi prima. Contoh: kokain.
 Golongan halusinogen, berefek menimbulkan daya khayal (halusinasi). Contoh:
ganja/mariyuana, ekstasi, dan sabu-sabu.
 Golongan penahan rasa nyeri, berefek menekan bagian otak yang mengatur pusat rasa sakit.
Contoh: opium/candu, morfin, kokain.
Beberapa efek penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang secara terus-menerus adalah sebagai
berikut:
a. Hilangnya koordinasi tubuh yang disebabkan di dalam tubuh pecandu kekurangan dopamin.
b. Hilangnya kendali otot gerak dan denyut jantung melemah.
c. Kerusakan pada alat respirasi, terganggunya sistem peredaran darah, timbul keram perut, dan
tubuh gemetar.
d. Hilangnya nafsu makan.
e. Kerusakan dan pengerasan sel-sel hati (serosis hepatis) terutama bagi pecandu minuman
beralkohol.
7. Gangguan pada Sistem Saraf Manusia
a. Epilepsi, kelainan pada neuron-neuron di otak. Disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi
karena kerusakan pada saat kelahiran, kelainan metabolisme, infeksi, toksin, kecelakaan, maupun
tumor. Epilepsi dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan antipiretik.
b. Neuritis, iritasi pada neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan (karbon
monoksida dan logam berat), maupun karena obat-obatan.
c. Alzheimer, menyerang orang-orang yang berumur di atas 65 tahun. Gejala: berkurangnya
kemampuan dalam mengingat, juga kehilangan kemampuan dalam membaca, menulis, berbicara,
berjalan. Beberapa penelitian menganjurkan para penderita alzheimer untuk mengkonsumsi
vitamin E (antioksidan) dan ekstrak Ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingatnya.
d. Amnesia, ketidakmampuan seseorang untuk mengenali kejadian-kejadian atau mengingat apa
yang terjadi dalam suatu periode di masa lampau akibat goncangan batin atau cidera otak.
Penderita amnesia sering kali lupa akan identitas dirinya dan orang lain yang dikenalnya dengan
baik.
e. Stroke, kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah di otak. penyumbatan
pembuluh darah dapat terjadi akibat penyempitan pembuluh darah (arteriosklerosis). Hal ini lebih
sering terjadi pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
f. Parkinson, akibat berkurangnya neurotransmiter dopamin pada dasar ganglion dengan gejala
tangan gemetaran sewaktu istirahat (tetapi gemetaran tersebut hilang sewaktu tidur), sulit
bergarak, kekakuan otot, otot muka kaku, menimbulkan kesan seolah-olah bertopeng, mata sulit
mengedip dan langkah kaki menjadi kaku.
g. Poliomielitis, akibat infeksi virus yang menyerang neuron-neuron motor sistem saraf pusat (otak
dan medula spinalis). Gejala: panas, sakit kepala, kaku duduk, sakit otot kemudian kelumpuhan.
h. Neurasthonia (lemah saraf), penderita ini biasanya pemarah, kecil hati, kurang tenaga. Ada yang
karena pembawaan lahir, rohani terlalu lelah, terlalu berat penderitaannya, atau karena sakit
keracunan.

4 Tanggapan to “Sistem koordinasi”

  1. fhamulan Says:

    sangat berguna🙂

    • supeksa Says:

      terima kasihhh

  2. ika Says:

    sangat membantu

    • supeksa Says:

      makasi. dah sempet koment…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: