Hari Raya Suci Hindu


Bila kita meneliti pelaksanaan hari raya Hindu ada yang bersifat :

A. Sehari-hari ( Nitya Karma ). Pelaksanaan hari raya sehari-hari jenisnya adalah :

– Surya sewana ( pemujaan setiap hari kepada Dewa Surya ).

– Ngejot ( upacara saiban, biasanya setelah memasak hidangan ).

– Melaksanakan Puja Tri Sandya ( tiga kali sehari ).

– Jnana yadnya , persembahan ini dalam bentuk pengetahuan. Jnana yadnya merupakan bagian dari panca maha yadnya. Persembahan ini ditujukan kehadapan para maha rsi yang menerima wahyu ” veda ” dari Tuhan dan beliau yang menyebarkan ajaran-ajaran-Nya.

B. Sewaktu-waktu ( Naimitika Karma ) adalah persembahan atau yadnya yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu berdasarkan tempat, waktu, dan keadaan ” desa, kala dan patra “. Naimitika yadnya merupakan yadnya yang dipersenbahkan atau yang dilakukan oleh umat hindu, hanya pada hari atau waktu-waktu tertentu saja.

Adapun jenisnya antara lain :

a. Berdasarkao perhitungan sasih atau bulan

Yadnya yang dilaksanakan atau dipersembahkan berdasarkan perhitungan sasih atau bulan kehadapan Tuhan Yaog Maha Esa beserta manifestasinya antara lain : purnama tilem, siwa ratri, nyepi atau tahun baru saka

b. Berdasarkan adanya peristiwa atau kejadian yang dipandang perlu untuk melaksanakan yadnya.

Yang dimaksud peristiwa atau kejadian dalam hal ini adalah suatu kejadian yang terjadi dengan keanehan-keanehan tertentu, sangat tidak diharapkan, lalu semua itu terjadi. Dalam bentuk dan kehidupan ini banyak peristiwa-peristiwa penting yang sulit diharapkan bisa terjadi. Adapun bentuk-bentuk pelaksanaan yadnya yan dipersembahkan antara lain : upacara ngulapin untuk orang jatuh., yadnya rsi gana, yadnya sudi-wadani dan yang lainnya.

c. Berdasarkan perhitungan pawukon, panca wara dan sapta wara.

Bentuk-bentuk yadnya yang dilaksanakan atau dipersembahkan berdasaskan perhitungan pertemuan pancawara dan sapta wara. Hari raya yangmemakai dasar pawukon ( wuku ) adalah sebagai berikut :

1. Wuku sinta
a. Banyupinaruh :
pembersihan diri, jatuh setiap minggu pahing sinta. Memuja dewi saraswati.

b. Some ribek : jatuh pada hari senin pon sinta . Persembahan kepada hyang tri murti di tempat beras ( pulu ).

c. Sabuh mas : jatuh pada anggara wage sinta. Penyucian pada tempat tidur ( pesarean ).

d. Pagerwesi : pada buda kliwon sinta, memagari diri dengan kebaikan.

2. Wuku landep

a. Tumpek landep : persembahan kepada hyang pasupati, membanteni remua senjata yang runcing, termasuk semua alat yang berguna untuk kita seperti pisau, blakas, madik, golok, sapu dan kendaraan yang juga berguna untuk kita dll.

3. Wuku ukir

a. Radite umanis ukir dan buda cemeng / buda wage ukir

4. Wuku kulantir
a. Anggara kasih / anggara kliwon kulantir

5. Wuku wariga :
a. Tumpek pengatag / tumpek penguduh / tumpek pengarah / tumpek bubuh : persembahan kepada hyang sangkara . Mantenin soroh tumbuhan.

6. Wuku warigadian :
– buda cemeng / buda wage warigadian
– brahma ratri

7. Wuku sungsang

a. Sugihan jawa : jatuh pada wraspati wage sungsang,

b. Sugihan bali : jatuh pada sukra kliwon sungsang

8. Wuku dungulan

a. Penapahan ( tapa )
b. Penyajaan : jatuh pada soma pon dungulan
c. Penampahan : jatuh pada anggara wage dungulan

d. Galungan : jatuh pada buda kliwon dungulan, maknanya menangnya dharma melawan adharma

e. Pemaridan : jatuh pada saniscara pon dungulan.

9. Wuku kuningan

a. Ulìan jawa, jatuh pada hari radite wage kuningan, persembahan atas kembalinya dewata ke khayangan.

b. Soma pamacekan agung, jatuh pada soma kliwon .

c. Kuningan ( kesuburan ) : jatuh pada hari saniscara kliwon kuningan.

10. Wuku pahang

Pegat wakan ( berakhirnya muncal balung ) : jatuh pada hari rabu kliwon pahang.

11. Wuku merakih

Piodalan rambut sedana, misalnya tempat beras, tempat emas / perhiasan dan tempat uang. Jatuh pada sukra umanis merakih.

12. Wuku uye

Tumpuk uye biasanya disebut tumpek kandang, untuk melakukan pemujaan sang hyang rare angon pada tempat ternak.

13. Tumpek wayang

Tumpek wayang disebut juga tumpek ringgit . Jatug pada saniscara kliwon wayang.

14. Wuku klawu

a. Piodalan rambut sedana , jatuh pada hari buda wage klawu

b. Piodalan bhatari sri, jatuh pada sukra umanis klawu, pada tempat padi.

15. Wuku watugunung

Piodalan sang hyang saraswati . Jatuh pada gari saniscara umanis watugunung, pada tempat-tempat belajar, perkantoran, sekolah dan pasraman . Untuk memuja dewi saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.

Itulah beberapa hari raya suci umat hindu ,akhir kata jika ada kesalahan mohon dimaklumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: