Suksesi



A. Pengertian suksesi

Suksesi merupakan proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah secara teratur. Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan suatu komunitas atau ekosistem yang disebut ekosistem klimaks. Dalam tingkat klimaks tersebut, komunitas atau ekosistem telah mencapai keadaan keseimbangan yang juga disebut dengan homeostatis .

Suksesi dapat dibedakan menjadi dua macam atau dua jenis.
Jenis-jenisnya antara lain :

1. Suksesi primer

Suksesi primer dapat terjadi apabila komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru.

Gangguan yang dapat menyebabkan suksesi primer dapat terjadi secara alami maupun dipengaruhi campur tangan manusia. Contoh gangguan secara alami antara lain tanah longsor, letusan gunung merapi, endapan lumpur di sungai dan endapan pasir di pantai. Sedangkan contoh gangguan yang disebabkan oleh manusia adalah kegiatan penambangan ( batu bara, timah, dan minyak bumi ). Coba bayangkan apa yan akan terjadi di Papua jika terus ditambang, sedangkan 80 % hasilnya dimiliki amerika kita indonesia yang punya hanya dapat 20 % . Bodoh banget kan..? Kita yang dapat ruginya.

2. Suksesi sekunder

Suksesi sekunder dapat terjadi apabila komunitas mendapat gangguan, tetapi hanya mengakibatkan rusaknya komunitas. Pada suksesi ini, komunitas masih tampak substrat lama dan sebagian kehidupan lama masih ada. Suksesi ini dapat terjadi secara alami maupun buatan ( disebabkan olnh manusia ).

Contoh gangguan yang disebabkan secara alami adalah banjir, gelombang tsunami, kebakaran hutan, dan angin ribut. Sedangkan contoh gangguan yang disebabkan oleh manusia adalah penebangan hutan, pembukaan hutan denan membuka hutan , dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.

Kecepatan suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Luas komunitas asal yang rusak.

2. Jenis-jenis biotik yang terdapat di sekitar.

3. Kehadiran pemencar biji dan benih.

4. Iklim ( kecepatan dan arah angin ) dan curah hujan.

5. Macam substrat baru yang terbentuk.

6. Sifat-sifat biotik yang terdapat di sekitarnya.

Berdasarkan lingkungan tempat terjadinya suksesi, tipe klimaks suatu suksesi dapat dibedakan antara lain sebagai berikut.

1. Hidrosere : berkembang di lingkungan yang berair.

2. Holosere : berkembang di lingkungan payau.

Itulah mengenai suksesi yang dapat saya tuliskan, jika ada yang kurang tolong dimaklumi. Terimakasih

Hadiah untuk para pengunjung karena telah membuka blog ini maka akan saya berikan alamat website yang dikunjungi paling banyak dan mungkin sangat berguna, klik nomor disamping1 2

4 Tanggapan to “Suksesi”

  1. budisetiawan Says:

    terimakasih atas pengertian tentang suksesi,tp saya belum cukup puas tentang faktoe2 yang mempengaruhi kecepatan suksesi ini,masalahnya tidak anda cantumkan penjelasan dari pengaruh yg sdah anda tulis….

    terimakasih……

    • supeksa Says:

      ok , nanti akan coba saya tambahkan, terimakasih atas kunjungannya🙂

  2. aghoenkz wuland Says:

    ada skema tenteng seksesi primer dan sekunder tersebut gak ??? tolong yaa
    triiimz

    • supeksa Says:

      @ wuland : skema suksesinya km bisa kunjungi blog ini, klik aja ya http://suna-mahsunah.blogspot.com/2011/05/suksesi-primer-dan-sekunder.html . semoga bisa membantu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: