Potong paruh pada ayam petelur


A. Mengapa harus dipotong paruh ?

1. Untuk mengurangi resiko kejadian mematuk temannya atau kanibal . Perilaku kanibal juga bisa disebabkan oleh :

-. Cahaya yang berlebihan

-. Sirkulasi yang tidak bagus

-. Kepadatan yang terlalu tinggi

-. Jumlah tempat pakan dan minum kurang

-. Kekurangan zat nutrisi dalam pakan

2. Mengurangi pemborosan pakan

B. Kapan harus dipotong paruh ?

1. Potong paruh pada umur 10 hari terkadang tidak efektif mengurangi kejadian mematuk, hingga disarankan potong secara ringan ( hanya mengkateter ujung ) dan mengulangi di umur 8 – 10 minggu.

2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan paruh ayam :

-. Potong paruh hanya dilakukan pada ayam yang sehat.

-. Saat potong paruh, lakukan kontrol, terhadap pisau, suhu, peralatan dsb.

-. Gunakan alat potong paruh yang berfungsi dengan baik. Ikuti petunjuk pemakaian dari pabrik pembuatnya.

-. Dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman secara hati-hati, teliti dan tidak tergesa-gesa.

-. Paruh dipotong dengan batas 2 mm dari lubang hidung, lama pemotongan dan pembakaran paruh sangat dipengaruhi oleh tingkat panasnya pisau alat potong paruh. Hasil bentuk paruh rata dan tidak berdarah. Dengan alat potong paruh yang standar membutuhkan waktu kurang lebih 5 detik.

-. Beri vitamin K melalui air minum sebelum dilakukan potong paruh untuk mengurangi pendarahan.

-. Jangan melakukan koreksi potong paruh di atas umur 10 minggu karena akan menimbulkan stres dan efeknya bisa mempengaruhi proses produksi.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan paruh ayam petelur. Jika ada kesalahan dan kekurangan mohon dimaklumi😀 . Terima kasih telah berkunjung di blog ini🙂 .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: