Desa pedawa salah satu desa Bali Aga


Apakah anda pernah mendengar atau membaca nama Desa Pedawa ? Yang jelasnya ya saya tau karena itu desa saya dan lahir disana he…he…😀 .


BEBERAPA NAMA TENTANG PEDAWA

Nama Desa Padawa rupanya bukanlah dari jaman dahulu sebelum Desa pedawa sekarang bernama Pedawa. Ada beberapa nama tentang Pedawa seperti, Gunung Tambleg, Gunung Sari dan Pedawa.

Menurut cerita orang tua bahwa daerah yang sekarang yang bernama Pedawa, pada mulanya bernama Gunung Tambleg yang mempunyai arti : Tambleg artinya Lugu / Belog / Bodoh. Nama ini berhubungan dengan keadaan pemikiran masyarakat Desa yang pada waktu itu masih sederhana. Kemudian nama itu berubah menjadi nama Gunung Sari. Nama ini diduga karena kehidupan masyarakat pada waktu itu dari menyadap nira untuk di jadikan gula yang disebut Gula Sari. Jadi hasil perkebunan waktu itu adalah Gula Sari. Nama Gunung tambleg lama kelamaan makin jarang dipakai dan kemudian tidak pernah di pakai kembali, sebaliknya nama Gunung Sari masih di pakai sampai saat ini namun hanya pada waktu ngateb upacara saja.

Menurut sebuah lontar yang ada di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani Bangli, bahwa dalam lontar tersebut antara lain di sebutkan olejh seorang Raja yang datang ke desa Bestala, Raja tersebut menanyakan pada hadirin apakah rakyat beliau dari desa Pandawa sudah hadir…????

Sehubungan hal tersebut nama Pedawa, erat hubungannya dengan Prasasti Sanding ber angka tahun 1072 caka ( 1150 ), Raja Jaya Sakti yang bersemayam di andrkarang ( Gunung Lempuyang ) yang sering mengunjungi daearah ( Desa-desa di Bali ), dan Sri Maha Raja Jaya Sakti juga memiliki pesanggrahan di bantiran tempat beliau menginap bila akan ke Jawa. Mengingat daerah bantiran dekat dengan Pedawa, maka Sri Maha Raja Jaya Sakti atau maha Raja Dima, atau Sri bayu atau Sri Jaya atau Sri Jaya sakti mungkin pernah ke Pedawa. Bagaimana hubungannya dengan Pedawa, menurut cerita orang tua di Pedawa, pada jaman dahulu mayat- mayat orang Pedawa tidak di tanam. Kalau ada anak-anak yang meninggal di lempar ke lobang pohon kayu besar dekat Desa.sedangkan kalu orang dewasa/ tua di taruh di bawah pohon kayu dengan dikasi bunga kembang sepatu dan bekal atau takilan. Kemudian datanglah seorang Raja Bima yang diiringi oleh Pendeta / Dukuh Manca Bila menertibkan penguburan mayat di Gunung Sari tersebut. Semenjak itu baru mayat di tanam dan di upacarai sekedarnya. Oleh karena di gunung sari tidak ada menak ( Brahmana ), maka yang di mintaki membuat tirta pembersih dan pangentas adalah Dukuh Manca Bila. Pada waktu Raja Bima di Gunung Sari tempat permandian beliau itu disebut Toya Bima yang menyebabkan orang kebal kalau mandi disana. Di tempat permandian ini didirikan sebuah pura, yang dimana pura tersebut itu dikenal denga pura dalem.namun wasiat air kebal itu sekarang sudah tidak nampak. Setelah tertib penguburan mayat di gunung sari, Sri Maha Raja Bima kembali ketempatnya sedangkan dukuh manca bila tetap di gunung sari dan setelah beliau wafat di buatkan pelinggih di jaba pura dalem yang namanya Pelinggih Dukuh.

Dalam tokoh pewayangan sang bima adalah keluarga pendawa yang sangat terkenal, lalu anggapan dari masayarakat pedawa banwa Gobleg Keturunan Dharma wangsa, Pedawa Bima, Tigawasa Arjuna, Cempaga Nakula, Sidatape Saha Dewa, Demikian terkenalnya tokoh Bima yang di mana Bima Keluarga pandawa sejak itu di kenal dengan Pandawa disamping Gunung Sari.

Menurut Babad Kayu Selem ada disebutkan pada waktu itu, pengadegan Sri Krisna Kepakisan di sompongan beliau mengutus Kiayi I Gusti Agung Pasek Gelgel dan Kiayi I Gusti Pangeran Pasek Toh Jiwa untuk mendampingi pertemuan itu. Pasek Kayu Selem di Tampurhyang Batur yang hadir pada pertemuan itu Tenganan, Pegeringsingan, Seraya Kutobuyem,Sidetape, Pedawa Sukawana, Taro. Sebagai peminpin pertemuan Kiyai Tarulu.kiyai selem, kiayi trunyan, kiyai badengan, kiayi tangi, celagi gentoh, kiayi tarum, kiayi panarojaqn, Kiayi putih, Pasek Suka Luwih. Apa yang dibicarakan pertemuan tersebut tidak disinggu disini yang jelas mulai saat itu muncul nama Pedawa. Apakah Nitru Pasek atau Desa yang penting nama pedawa 1350-1380 adalah masa pemerintahan Dri Kresna Kepakisan muncul.

Demikianlah sejarah nam Desa pedawa dengan di dahlui nama-nama gunung Tambleg, Gunung Sari, Pandawa dan pedawa sampai sekarang.

Baiklah jika anda belum tau saya akan tuliskan disini. Mulai dari letak Desa Pedawa : Desa Pedawa terletak di kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Singaraja. Perjalanan ke Desa Pedawa bisa melalui abasan yaitu Wihara trus naik, melalui asah gobleg trus lalui jalan yg menurun tetapi jalannya masih rusak dari beseri juga bisa dan jalannya msi bagus yaitu melewati batu gundul.

Penduduk Desa Pedawa, penduduk di desaku ramah-ramah apalagi dengan pendatang, asalkan tidak macam-macam saja he…he..😀 maksudnya jangan berbuat yang aneh-aneh🙂 . Di Pedawa mudah mencari teman. Tetapi jangan terkejut mendengar bahasa yag digunakan, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa asli pedawa yang tentunya lain dengan bahasa bali pada umumnya. Tenang saja soal komunikasi dengan orang bukan pedawa ya tentunya sama dengan bahasa pada umumnya🙂 .
Berikut adalah selayang pandang desa pedawa yang saya copy dari website buleleng




I. Nama Desa : Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

II. Visi dan Misi

a. VISI

Bersih, Aman, Lestari Dan Indah.

b. Misi

1. Menegakkan kepribadian yang jujur dan bermartabat.

2. Mewujudkan desa yang aman dan nyaman.

3. Memperkuat budaya adat istiadat desa

4. Mengarahkan desa berseri melalui kerjasama, keamanan, serta menyelamatkan keutuhan pembangunan dan melestarikan lingkungan.

III. Luas Wilayah 16.680 Ha

IV. Letak dan Batas-Batas Wilayah

Sebelah Utara : Desa Cempaga, Desa Tigawasa, desa Kayu Putih Melaka.

Sebelah Timur : Desa Selat dan Asah Gobleg.

Sebelah Seletan : Desa Gobleg, Kayu Putih, Tirtasari.

Sebelah Barat : Desa Banjar, Desa Banyuseri

VI. Jumlah Dusun dan Nama Dusun

Desa Pedawa terdiri dari 6( Enam ) Dusun yaitu :

a. Banjar Dinas Desa Pedawa

b. Banjar Dinas Asah

c. Banjar Dinas Munduk Waban

d. Kelian Dinas Insakan

e. Kelian Dinas Bangkiang Sidem

f. Kelian Dinas Lambo

VII. Jumlah Penduduk : 5257

a. Laki-laki : 2646

b. Perempuan : 2611

VIII. Mata Pencaharian

Mata Pencaharian Penduduk Desa Pedawa Terdiri Dari : Petani, Buruh, Pns, Polri, Tni, Karyawan Swasta Dan Lain-Lain.

IX. Organisasi Desa

a. Subak

Terdiri dari 3 ( Tiga ) Subak yaitu :

· Subak Buana Sari

· Subak Mayung

· Subak Asah

b. Truna-truni

– Tirta Pandawa.

X. Potensi Desa Pedawa : Pertanian

XI. Sarana pendidikan

1. TK

2. SD N 2 Pedawa

3. SD N 3 Pedawa

4. SD N 4 Pedawa

5. SMP N 4 Banjar

Kebudayaan, Desa Pedawa mempunyai kebudayaan yang unik tersendiri yang terus dijaga dan dilestarikan salah satunya adalah sanggah dari bambu yang harus dimiliki oleh setiap penduduk yang telah berkeluarga.

Tentang maknanya saya tidak berani karena belum tau pasti tentang kebenarannya walaupun tau sedikit ya masih saya cari pada sumbernya😦 .

Keindahan Alam, keindahan alam di desaku ini jika dikelola dengan baik cukup banyak yang bisa dijadikan sumber pariwisata. Contohnya pura di telaga, kayehan desa, tukad pengangkidan yang biasanya sebagai tempat melaksanakan upacara pengabenan, bahkan tibu mampeh yang katanya, ini baru katanya kalau dasar tibunya berhubungan langsung kelautan dan tidak ada yang tau kebenarannya, janganlah berenang disana…. Seram…😦 . [

Ya kalau ada waktu nanti saya posting dan perbaiki tentang desaku yaitu desa pedawa secara lengkap, foto-fotonya juga.

yang telah berkunjung di blog ini thanks ya🙂 .

Hadiah untuk para pengunjung karena telah membuka blog ini maka akan saya berikan alamat website yang dikunjungi paling banyak dan mungkin sangat berguna, klik nomor disamping1 2

Ditulis dalam Uncategorized. Tag: . 42 Comments »

42 Tanggapan to “Desa pedawa salah satu desa Bali Aga”

  1. Sugi Says:

    tolong donk cari tau filosofi dan atau makna dari sanggah yg terbuat dr bambu itu,,,
    biar kita sebagai generasi penerus dapat memahami sedikit dr peninggalan kebudayaan yg sungguh unik… karna suatu saat nanti pasti ada orang luar yg bertanya-tanya tentang hal ini
    >> terimakasih

    • supeksa Says:

      @ sugi : baiklah….nanti akan saya carikan makna filosofi tentang sanggah atau kebudayaan yang lainnya…..tunggu dalam waktu dekat pasti akan saya tuliskan… terimakasin telah berkunjung n ngiring ajegang PEDAWA lan BALI AGA

  2. adeck wik Says:

    duh penasaran ke desa pedawa alnya katanya di daerah tersebut memiliki regional dialect yang khas…:-)

    • supeksa Says:

      ya kapan2 datang ja ke desa pedawa. memang pedawa memilili dialek khas yang laen dari desa lainnya. bahasa memang asli pedawa

  3. komang suparjo Says:

    Ne supiksa asli pedawa?pedawa banjar apa??aku nak pedawa masi tapi adi ara taen tepuk ko a??jaa megae?atau masuk>>????

    • supeksa Says:

      ue. aq asli pedawa. uli BANJAR MUNDUK WABAN ( jalan ngalih SD N 4 PEDAWA ). yan ko ra taen nepukin to karna q kapah kepedawa hehehe😀 . aq meburuh di TABANAN sambilang q masuk di IKIP SARASWATI TABANAN. salah satu misankune uli banjar munduk waban ARMITA KUSUMA nawang ko ??? ato IMADE ARIAWAN msankune masi

      men ko uli pedawa banjar apa ? jaa megae ? masuk ?

      • aru Says:

        ara ba

      • supeksa Says:

        maksudne apa ara ba ? ne baca https://supeksa.wordpress.com/2011/09/sanggah-nganten-desa-pedawa .

  4. dede Says:

    dueg laja ko tut 5 jempol buat ko.. asana ko ngopi paste kata2 diatas.. kwkwkw

    • supeksa Says:

      adah. ko ngopi paste bes bek. aq ngopi uli selayang pandang to rang. alne aq ra nawang selayang pandangne. kan ba jangin q sumber to. ne lenan murni ketut supeksa ngae. ne website http://www.supeksa.tk kune kal pindah makejang tulisan kune maku

  5. unix Says:

    hay lam knal yaw,,,,,terimaksih mngkn artikel km nie dapat mmbantu tugas sya,,,apakah artikel ini tidak mengalami penyimpangan informasi dari yang sebenarnya?maaf sya tidak ada maksud apa,,karena saya hanya ingin tahu yang lebih jelas saja,,,,suksma

    • supeksa Says:

      @ unix : wah mkasi lam knal juga. info yg saya tulis hanya berdasarkan pengetahuan saya. dan ada juga yg saya kutip dari website resmi pemerintah kabupaten buleleng. dan jika ada perubahan info mengenai jumlah penduduknya yang terupdate. silahkan kunjungi. bulelengkab.go.id

  6. dewa Says:

    tahu tentang dialek pedawa ga?cz ku mw bwt pnelitian

    • supeksa Says:

      soal dialek. memang khas dengan nada cepat dan irama mendatar. tpi tuk jelasinnya sya gx trlalu bisa. ya klo maw penelitian boleh aja….

  7. Ketut Purianti Says:

    supeksa,saya senang membaca blog anda. secara tidak langsung sebagai putra desa anda telah menunjukkan kepedulian terhadap desa dan mempromosikan desa terhadap dunia luar. saya tunggu tulisan- tulisan anda selanjutnya agar image masyarakat luar terhadap pedawa yang negatif, sekarang terbuka pikirannya dan ada keinginan mengembangkan pedawa. namun kiranya data tentang profil pedawa perlu diperbaharui karena masih ada data yang lama seperti SD 1 sudah tidak ada lagi dan sekarang sudah ada organisasi muda-mudi Tirta Pandawa. Dan tolong di muat juga tentang hal-hal yang menjadi ciri khas desa Pedawa, seperti gula pedawa. saya tunggu tulisan kamu selanjutnya.

    • supeksa Says:

      @ ketut purianti : terimakasih atas ucapan. saran yang sangat membangun. nanti akan saya tuliskan lagi tentang hal hal menarik yang ada di desa pedawa.

  8. ABUTTSZZ 'ASLI BALI AGA' Says:

    BAGUS GATI ARTIKEL MENE BRO. E LAEN KALI TOLONG DONG SERTAKAN BEBERAPA BAHASA PEDAWA YANG UNIK DAN HANYA ADA SATU DI DUNIA. AQ NAK JELEMA ASLI PEDAWA MASI NE. KO KENAL AQ SANA TE?

    • supeksa Says:

      nah tennang rang brow. kayange maan waktu kal tambahin hehe. adan panggilanmene abut. taen ningeh tapi ku biasa ngenal uli gobane. uli pedawa jaa ko ? dusunne ?

      yan aku pedawa kelod dusun munduk waban.

  9. abuttszz "asli bali aga" Says:

    aku ank uli dsn asah. tpi aq ba mkloo mrantao, ko ank asli pdw e ………
    men ja jninko nyong,q slut & ngacungang 2 jmpolll ng koo
    trnyta ko msih pduli ng pdw……..mdh mdhan kyang sba ne a, awek e mtemu.
    ok browww,,,,,,,,,,,,,,,
    ha…….ha……

    • supeksa Says:

      nah makasi . biar joh uli desa harus tetep inget desa hehe. ue aq asli pedawa . aq nak merantau masi . jani ngoyong di ds abiantuung, kediri, tabanan.

      men ko jaa jani ngoyong ?

      nah mudah2an pada ngidang ktemu masi kayang saba brow

  10. abuttszz "asli bali aga" Says:

    jani aku ngoyong di sebelah paling selatan pulau bali. adane kira” nusa dua asana. ko nu kuliah are, jurusan apa ko? ko ara ngelah umah” di asah?

    • supeksa Says:

      nu, aq jurusan pendidikan biologi.

      yan umah aq ra nglah ditu, keluarga nglah ibudag (bibi seri )adin bpangkune mesumah ngayang i pinter (maman seri )

      man ko ba kuliah apa megae ?

  11. abuttszz "asli bali aga" Says:

    aq ara kuliah mara tamat sma aq ba merantau. ba semester kuda ko? ooow imenne kadek dewik? ta yen ngidaang lebih di sempurnakan lagi bin artikel mene pang lebih menarik untuk di baca. oke bro?

    • supeksa Says:

      bgus to brow, merantaw ngalih pengalaman . aq smester 5.

      ue ya ba misankune dtu hehe

      nah makasi saranne , sebenarne nu liu kuang ne kal ku tulis . kuang bahan kpah ke pedawa hehe.

      kira2 apa ne menarik bin ne kuangan te ?

  12. De bull bleleng Says:

    supiksa…
    ya kalau bisa, tolong usulkan ke kepala Desa supaya sejarah ini minimal banyak orang yang tahu.
    Sekalian kepada semua kepala Dadia biar orang yang tahu. Anggarkan untuk photo copy terus berikan kepada kepala dadia sepedawe…..
    Biar tidak hanya orang yang tahu intrenet yang tahu,impormasi ini. Kasihan orang yang di kampung impormasinya sngat kurang.

    • supeksa Says:

      memang sumber info masih kurang. tetapi sekarang sudah ada seke teruna teruni di pedawa… saya yakin mereka semua bisa saling berbagi informasi… dan di facebook juga sudah ada PEDAWA COMMUNITY . hampir semua pemuda pemudi memiliki facebook dan tergabung di pedawa community. jadi info tinggal taruh disana maka semua akan taw

  13. abuttszz "asli bali aga" Says:

    bro aq nk kebetulan ugenkune sma jurusan bahasa jani aq kl mengeritik(bahasa baku)mengkritik (non baku) ko ceritane malu ani da ko gedeg.
    1. yen ngidayang gaya bahasa lebih bakulah sedikit dari jani. soalne artikel mene ene sudah mendunia lah istilah ne, nyen nang ngidayan ngakses.
    2.artikel mene ene bes terlalu langsung fokus ke isi gitu lo, yen ngidayang isinin nae malu pendahuluan. misalne apa to bali aga?, enken adi adanina bali aga? dan laen sebagainya.mara kinto ko langsung nang ba mneh membahas pedawa secara spesifik mara mneh isinin meneh penutup akicak.

    na amonto rang malu kal kritik ku artikel mne ani. ara nguraang artikel mne jelek nak menurut para ahli sastra nak ara ada karya sastra to jelek. tetapi to sebenarne kembali ke pada yang menilai rang/……… aq nq taenku ngae makalah broooo……… e konfirmasi face book kune ani…….

    • supeksa Says:

      1. soal bahasa baku, sebenarne q sengaja nganggen bahasa sehari2 ne mudah dimengerti dengan maksud ne maca to dari berbagai kalangan dan berbagai latar belakang pendidikan, bahkan nak sd pasti ngerti.

      2. langsung fokus ke inti, memang sengaja….dadine pembaca to langsung maan isine…kadang2 yan terlalu panjang q agak bosan maca

      tapi bgus juga kritik dan saran mene nyen nawang bin pidan q suha presentasi di pedawa hehehe. yan ada waktu kal tambahin. yan ubahku dijamin dadi makalah bagus .

      nah brow uba komfirmasiku

  14. tigorrr Says:

    jadilah org yg lebih kreatif..temukan dan selusuri info ttg desa pedawa yg lebih dalam lgi…

    • supeksa Says:

      ok ok, apa lagi yang menariknya ?

  15. Ni Kadek Julianingsih Says:

    Seminggu yang lalu sempat ke Desa Pedawa utuk penelitian, cerita nya hampir mirip kok sperti narasumber saya Bapak Wayan Sukrata, terima kasih atas blog anda, smoga tugas say cpat selesai. Masyarakat Pedawa ramah2 kok🙂 Saya senang berkunjung k sana.

    • supeksa Says:

      ok. terimakasih atas kunjungan di blog saya. dan semoga tugas anda cepat selesai dan jadi yang terbaik. 🙂

  16. putu agus parta wirawan Says:

    nau aku ningalin foto2x desane,ngilangang isenge ara nyidaang mulih,aku joh ngoyong di jakarta,amen dot nawang aku dadi tinggalin di acara ring tinju tvri setiap minggu malam jan 22.00 wib suksme

  17. yuNI gEK Says:

    kA2k Thanks bANGET BlOGNYA..
    BERgUNA Bnnget Bagi Q…
    Q jugha penelitian di Sana,,Ketemu AMA pAK sUKRATA,,,
    DITAMBAH iNI lagie,,
    mohon Blognya di Tambah LAGIE tar Ea

    • Ketut Supeksa Says:

      Iya sam2 , mdah2han bisa terus nambah. kalo boleh taw km penelitian tentang apa ?

  18. Pathok Says:

    Semoga tidak pernah ada konflik lagi antar desa Bali AGA khususnya desa BALI AGA di BULELENG “SCTP ” (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa).

    • Ketut Supeksa Says:

      Benar sekali, semangat bali aga

  19. Arga Wiguna Says:

    lam kenal y
    punya refrensi atau jurnal tentang desapedawa gk?

  20. Boz Itoe Ardi Says:

    kuda dueg laja plaan nyama pedawane ngae blog do,,, hha

  21. Asgar Arga Wiguna Says:

    izin ambil materi sedikit y dari sejarah desa pedawa..
    untuk tugas akhir,,,,
    kalu gk salah,,
    sama y kayak yang ada di website buleleng y?

  22. juni ariel Says:

    pedawaemank owkeh dechh,,buat pedawa desaq tercinta,,hehe…salam kenal ,,juniarta br.dinas lambo

  23. candra Says:

    bisa beri saya informasi tentang mitos-mitos apa saja yang berkembang di desa pedawa ini ya?
    terimakasih sebelumnya, saya orang banjar buleleng sedang belajar studi antropologi, mohon bantuannya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: