Kultivasi, reproduksi dan pertumbuhan bakteri


A. Kultivasi

Untuk memperoleh bakteri di laboratorium kita harus dapat melakukan kultivasi ( menumbuhkan bakteri dalam biakan murni ). Untuk
berhasilnya kultivasi berbagai tipe bakteri diperlukan suatu kombinasi nutrien serta lingkungan fisik yang sesuai. Kondisi fisik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan meliputi : suhu, atmosfer gas, dan keasaman atau kebasaan.

1. Suhu

Setiap spesies bakteri tumbuh pada suatu kisaran suhu tertentu. Atas dasar itu bakteri dapat dikelompokkan menjadi :

– psikrofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 0 celcius sampai 30 celcius

– mesofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 25 celcius sampai 40 celcius dan

– termofil yaitu bakteri yang tumbuh pada suhu 50 cercius atau lebih.

2. Atmosfer gas

Gas-gas utama yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri ialah oksigen dan karbon dioksida. Bakteri menunjukkan keragaman yang luas dalam hal respon terhadap oksigen bebas, dan atas dasar ini bakteri
dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu :

a. Aerobik = organisme yang memerlukan oksigen

b. Anaerobik = tumbuh tanpa oksigen

c. Anaerobik fakultatif = tumbuh dalam keadaan aerobik dan anaerobik

d. Mikroaerofilik = tumbuh baik bila ada sedikit oksigen atmosferik.

B. Reproduksi bakteri

Proses reproduksi paling umum di dalam daur pertumbuhan yang biasa pada populasi bakteri adalah pembelahan biner melintang. Pembelahan biner melintang adalah suatu proses reproduksi aseksual, setelah pembentukan dinding sel melintang maka satu sel tunggal membelah menjadi dua sel, dan disebut sel anak.

C. Pertumbuhan bakteri

1. Konsep pertumbuhan bakteri

Istilah pertumbuhan umum digunakan untuk bakteri dan mikroorganisme lain biasanya mengacu pada perubahan didalam hasil panen sel ( pertambahan total masa sel ) dan bukan perubahan individu organisme. Inokulum hampir selalu mengandung ribuan organisme ; pertumbuhan menyatakan pertambahan jumlah dan atau massa melebihi yang ada di dalam inokulum asalnya.

2. Daur pertumbuhan normal

Bila kita menginokulasikan sejumlah tertentu sel pada suatu medium yang segar, lalu mementukan populasi bakteri tersebv pada waktu-waktu tertentu selama periode inkubasi 24 jam, dan memetakan logaritme jumlah sel terhadap waktu, maka kita akan memperoleh gambaran sebagai berikut :

a. Periode awal yang tampaknya tanpa pertumbuhan ( fase log )

b. Periode pertumbuhan yang cepat ( fase ekponential )

c. Kemudian kecepatan pertumbuhan mendatar alias tetap ( fase statis atau stationer )

d. Penurunan populasi sel-sel hidup ( fase kematian ).

Itulah sedikit catatan tentang kultivasi, reproduksi, dan pertumbuhan bakteri. Jika ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaklumi😀 . Terimakasih telah berkunjung di blog ini, bye……🙂 .

Hadiah untuk para pengunjung karena telah membuka blog ini maka akan saya berikan alamat website yang dikunjungi paling banyak dan mungkin sangat berguna, klik nomor disamping1 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: