Pengaruh fisiologis dan mekanisme kerja giberelin


A. Pengaruh fisiologis giberelin

Diantara fitohormon yang dikenal dengan giberelin merupakan fitohormon yang mempunyai kemampuan spesifik untuk memacu pertumbuhan tumbuhan utuh pada banyak spesies, terutama pada tumbuhan kerdil yang berada pada fase roset. Beberapa pengaruh yang dijumpai dalam tumbuhan.

1. Genetik dwarfism

Genetik dwarfism adalah suatu gejala kerdil yang disebabkan oleh adanya mutasi. Gejala ini terlihat dari memendeknya internodus. Terhadap genetik dwarfism ini, giberelin mampu merubah tanaman yang kerdil menjadi tinggi.

2. Pembungaan ( flowering )

Hormon yang berperan dalam pembungaan sering disebut dengan florigen. Menurut Chailakhian kompleks florigen terdiri dari giberelin yang berperan untuk pembentukan batang serta pertumbuhan, dan astesin berperan untuk pembentukan bunga. Hal ini dibuktikan dengan tanaman hari panjang ( rudbeckia ) yang dapat berbunga dalam keadaan hari pendek, tetapi dapat dirangsang pembungaannya dengan pemberian zat semacam asam giberelin.

3. Parthenocarphy

Hasil penelitian Cloro dalam tahun 1965, ternyata pencelupan cluster anggur jenis delaware pada saat sebelum berbunga ( pre-bloom ) dan sesudah berbunga ( post-bloom ) dalam larutan GA3 dapat menghasilkan buah berry sebanyak 88 – 96 % yang tidak berbiji.

4. Dormansi

Dormansi adalah kemampuan biji untuk mengundurkan fase perkecambahan sampai saat yang tepat ( lingkungannya ) sesuai menguntukngkan untuk tumbuh. Peranan giberelin dalam memecahkan dormansi biji melalui peningkatan sintesis enyim-enzim hidrolitik, akan merubah pati menjadi gula dan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas sel dalam pertumbuhan.

B. Mekanisme kerja giberelin

Seperti yang telah saya tuliskan di atas pada point 4, bahwa salah satu efek fisiologis dari giberelin adalah untuk memacu aktivitas enzim-enzim hidrolitik pada proses perkecambahan biji-biji serealia. Pada proses perkecambahan ini diperlukan suatu enzim yang mampu menghidrolisis pati menjadi gula.

Hasil studi dengan biji jelai memperlihatkan bahwa embrio jelai menyediakan suatu fitohormon yaitu asam giberelin yang berdifusi ke lapisan aleuron, dan fitohormon tersebut memacu sel-sel aleuron untuk membuat enzim hidrolitik ( amilase, protease b glucase, fosfatase, dan lain-lain ). Enzim-enzim hidrolitik tersebut kemudian berdifusi ke endosperm dan merubah molekul-molekul makro yang disimpan di endosperm menjadi gula, asam-asam amino, nukleotida, dan lain-lain. Zat-zat inilah yang kemudian berperan menjamin pertumbukan dari embrio biji tersebut.

Itulah sedikit catatan tentang pengaruh fisiokogis giberelin dan mekanisme kerja giberelin tersebut. Jika ada kesalahan dan kekurangan mohon dimaklumi.😀 . Mari kita belajar . Sekian dan terima kasih bye🙂 . Oya kunjungi terus blog ini ya . Go Biologi lover

2 Tanggapan to “Pengaruh fisiologis dan mekanisme kerja giberelin”

  1. Materi Biologi Online Says:

    Blog yang menarik. senang jika saudara bersedia untuk memasang link atau banner Materi Biologi Online di blog ini untuk turut serta mencintai ilmu dan mau berbagi.

    Admin Materi Biologi Online

    • supeksa Says:

      wah.. terima kasih atas komentar dan kunjungannya . dan atas seijin anda dengan senang hati saya akan memuat link atau link barner web biologi online di blog saya .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: