Perjalanan Tirtayatra Saat Bersama Teman-temanku ( FP MIPA IKIP Saraswati Tabanan 2011 )


Tirtayatra sudah lewat, yang dilaksanakan pada hari minggu 17 April 2011. Ya walaupun sudah lewat, baru sempet posting hehehehehe😀 . Tirtayatra ini diikuti oleh mahasiswa dari  FP MIPA IKIP Saraswati Tabanan , ya tentunya jurusan pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi. Tujuan tirta yatra meliputi tiga pura utama yaitu Pura Andakasa, Pura Silayukti , dan Pura Goa Lawah. Perjalanannya seru, lucu, asik lah🙂. Baiklah tanpa basa bari lebih panjang langsung saya ceritakan perjalanannya oce..,.coy……xixixi😀 .

1. Persiapan keberangkatan

Sebelum memulai perjalanan biasa sebagai umat hindu yang baik hehehe🙂 kami semua sembahyang dulu di padmasana, memohon agar perjalanan kami lancar dan tidak ada halangan sedikitpun, .

2. Perjalanan menuju pura Andakasa

Setelah selesai persiapan dan persembahyangan akhirnya perjalanan dimulai kira-kira jam 7 lebih, hehehe maaf maklum gak sempet lihat jam🙂 . Karena saya anak bio alias biologi ya cerita seputar temen-temen biologi saja. Yang laen gak taw…tapi saya yakin masing-masing kelas mempunyai cerita tersendiri. Olelah tanpa banyak basa dan basi agar tidak basi 🙂 langsung saya pada intinya. Perjalanan menuju pura Andakasa seru dan lucu xixixi. Jalam menuju pura Andakasa kalau gak salah kan ada dua , yang sebelah barat dan yang sebelah timur, disinilah lucunya. Bus 4 yang bio tumpangi melewati jalur jalan yang di timur dan dibelakangi oleh bus ,kalau gak salah si bus 2. Ternyata sopir bus 4 belum bertanya ma bus 3 dan bus 1 .tentang jalan mana yang dilalui. Akhirnya ada telepon dan bus 1 mengatakan jalan yang dilalui jalan yang barat. Hahaha. Akhirnya balik lagi , padahal tu jalan sudah dilewati sebelumnya. Duh…duh…😀 . Akhirnya sampailah di parkiran tempat pura Andakasa. Dari parkiran jalan kaki ya lumayan jaraknya , tetep seru. Sampailah di Pura Beji tempat persembahyangan pertama. Maknanya untuk menyucikan diri kita sebelum ke pura utama yaitu Andakasa. Persebahyangan di pura beji pun selesai, langsung ke pura andakasa melewati jalan yang dikelilingi hutam yang masih alami, bahkan aya hutan yang sedang bertengger di pohon dekat jalan seakan tidak terusik dengam kedatangan kami. Tapi sayangnya tidak sempet di abadikam lewat foto. Karena pas pingin moto ribut jadinya si ayam hutam terbang dengan bebasnya kalau gak salah nama latinnya adalah . Tanpa terasa sampai di pura Andakasa walaupun ada beberapa temen yang seakan kehabisan nafas xixixixi🙂 . Becanda tu hanya kecapekan, maklum biasa jalan pake motor aja😀 .

Info tentang pura :
PURA Andakasa adalah pura kahyangan jagat yang terletak di Banjar Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem. Pura ini didirikan atas konsepsi Catur Loka Pala dan Sad Winayaka. Pura yang didirikan berdasarkan konsepsi Catur Loka Pala adalah empat pura sebagai media pemujaan empat manifestasi Tuhan untuk memotivasi umat mendapatkan rasa aman atau perlindungan atas kemahakuasaan Tuhan. Keempat pura itu dinyatakan dalam kutipan Lontar Usana Bali di atas. Mendapatkan rasa aman (raksanam) dan mendapatkan kehidupan yang sejahtera (danam) sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang wajib diupayakan oleh para pemimpin atau kesatria. Demikian dinyatakan dalam Manawa Dharmasastra I.89.

Usaha manusia itu tidak akan mantap tanpa disertai dengan doa pada Tuhan. Memanjatkan doa pada Tuhan untuk mendapatkan rasa aman (raksanan) di segala penjuru bumi itulah sebagai latar belakang didirikannya Pura Catur Loka Pala di empat penjuru Bali. Di arah selatan didirikan Pura Andakasa sebagai tempat pemujaan Batara Hyanging Tugu. Hal ini juga dinyatakan dalam Lontar Babad Kayu Selem. Sedangkan dalam Lontar Padma Bhuwana menyatakan: ”Brahma pwa sira pernahing daksina, pratistheng kahyangan Gunung Andakasa.” Artinya Dewa Brahma menguasai arah selatan (daksina) yang dipuja di Pura Kahyangan Gunung Andakasa. Yang dimaksud Hyanging Tugu dalam Lontar Usana Bali dan Babad Kayu Selem itu adalah Dewa Brahma sebagai manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pencipta.

Pura Andakasa juga salah satu pura yang didirikan atas dasar konsepsi Sad Winayaka untuk memuja enam manifestasi Tuhan di Pura Sad Kahyangan. Memuja Tuhan di Pura Sad Kahyangan untuk memohon bimbingan Tuhan dalam melestarikan sad kertih membangun Bali agar tetap ajeg — umatnya sejahtera sekala-niskala. Membina tegaknya Sad Kertih itu menyangkut aspek spiritual yaitu atma Kertih. Yang menyangkut pelestarian alam ada tiga yaitu samudra kertih, wana kertih dan danu kertih yaitu pelestarian laut, hutan dan sumber-sumber mata air. Sedangkan untuk manusianya meliputi jagat kertih membangun sistem sosial yang tangguh dan jana kertih menyangkut pembangunan manusia individu yang utuh lahir batin.

Jadinya pemujaan Tuhan Yang Mahaesa dengan media pemujaan dalam wujud Pura Catur Loka Pala dan Sad Winayaka untuk membangun sistem religi yang aplikatif. Sistem religi berupaya agar pemujaan pada Tuhan Yang Maha Esa itu dapat berdaya guna untuk memberikan landasan moral dan mental.

Pura Andakasa dalam kesehariannya didukung oleh dua desa pakraman yaitu Desa Pakraman Antiga dan Gegelang. Menurut cerita rakyat di Antiga didapatkan penjelasan bahwa pada zaman dahulu di Desa Antiga ada tiga butir telur jatuh dari angkasa. Tiga telur tersebut didekati oleh masyarakat. Tiba-tiba telur itu meledak dan mengeluarkan asap. Asap itu berembus dari Desa Antiga menuju tiga arah. Ada yang ke barat daya, ke barat laut dan ke utara. Masyarakat Desa Antiga mendengar adanya sabda atau suara dari alam niskala. Sabda itu menyatakan bahwa asap yang mengarah ke barat daya desa adalah Batara Brahma. Sejak itu bukit itu bernama Andakasa sebagai tempat pemujaan Batara Brahma. Asap yang ke barat laut desa adalah Batara Wisnu menuju Bukit Cemeng didirikan Pura Puncaksari. Asap yang menuju ke utara desa adalah perwujudan Batara Siwa dipuja di Pura Jati. Tiga pura di tiga bukit itulah sebagai arah pemujaan umat di Desa Antiga dan Desa Gegelang.

Sampai di pura andakasa kami bersembahyang di tengah sengatan matahari yang panas, tapi gak papa lah melatih imam, kesabaran, pengorbanam yang tulus iklas kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di pura andakasa. Pemandangan disini sangat bagus ,lihat bukit dan pantai yang tenang dari atas serasa berada di langit hahaha😀 . Yang gak bisa ikut jangan ngiri ya xixixixi🙂 . Selesainya disana  kembali ke tempat parkir dan makan bersama-sama.

3. Perjalanan menuju pura Silayukti

Selesainya makan bersama di parkiran pura Andakasa, istrahat, keudianperjalanan pun dilanjutkan kembali. Di jalan, masih deket dariparkiran pura andakasa, kayu yang di samping jalan menjorok ke tengahyang berisi kabel listrik warga. Dengan sigap pak krenet naik ke atasbus membabat ranting pohon itu dan membenahi posisi kabel listrikwarga. Pak krenet bawa madik…ternyata dah siap tempur, tapi denganranting pohon hahaha😀 . Perjalanan berlanjut akhirnya sampai di puraSilayukti, tempat tenang dan nyaman. Tapi ku ditodong nih sama penjualkaca mata, karena tergiur dengan kaca mata yah terpaksa membeli.Padahal kalo uang beliang godoh atau bakso wareg basange… Xixixixi:) .

Info pura :
Pura Silayukti merupakan salah satu pura Dang Kahyangan di Bali. Pura ini terletak di sebuah bukit bagian timur Desa Padangbai.

Pura ini dipercaya sebagai Parahyangan Ida Batara Mpu Kuturan, seorang tokoh yang sangat berjasa dalam menata kehidupan sosial religius masyarakat Bali sekitar abad ke-11 Masehi. Saat itu kehidupan masyarakat Bali tengah mengalami guncangan, dimana terdapat banyak sekte-sekte keagamaan di dalam masyarakat, dan antar sekte itu ternyata hidup tidak harmonis.

4. Ke pura Goa Lawah

Perjalanan sekarang berbalik arah, tadi ketimur tapi sekarang kembalike barat, trus dari Silayukti menuju Goa Lawah.
Pura Goa lawah adanya di desa Pesinggahan, kecamatan Dawan, kabupaten Klungkung. Pas banget datangdisambut oleh bleganjur, dalam hati coba kalo aku juga bisa memainkan gamelan seperti itu, keren banget. So budaya dan kebudayaan Balimemang keren, TOP Banget de……! . Persembahyangan pun dimulaidengan tenang, selesainya lumayan lihat-lihat kelelawar berterbangan,salah satu ciri khas Pura Goa Lawah. Setelah selesai bersembahyangsaatnya tiba untuk foto-foto dan wisata kuliner menikmati makanan yangada di sekitar areal pura apa lagi dekat pantai, mantap..,.! Salahsatu makanan yang kami ( temen-temen biologi ) serbu adalah bakso,buatan Bakso Koperasi Krama Bali, Dijamin higienis tanpa zat pewarna,formalin atau borak dan lainnya . Yang aku rasa Enak, maknyusd…haha. Selesai dan perjalanan akan dilanjutkan, salah satu temenhampir ketinggalan, keenakan makan tu hehe…🙂 .

Info pura :
Dalam Lontar Prekempa Gunung Agung diceritakan Dewa Siwa mengutus Sang Hyang Tri Murti untuk menyelamatkan bumi. Dewa Brahma turun menjelma menjadi Naga Ananta Bhoga. Dewa Wisnu menjelma sebagai Naga Basuki. Dewa Iswara menjadi Naga Taksaka. Naga Basuki penjelmaan Dewa Wisnu itu kepalanya ke laut menggerakan samudara agar menguap menjadi mendung. Ekornya menjadi gunung dan sisik ekornya menjadi pohon-pohonan yang lebat di hutan. Kepala Naga Basuki itulah yang disimbolkan dengan Pura Goa Lawah dan ekornya menjulang tinggi sebagai Gunung Agung. Pusat ekornya itu di Pura Goa Raja, salah satu pura di kompleks Pura Besakih.

Karena itu pada zaman dahulu goa di Pura Goa Raja itu konon tembus sampai ke Pura Goa Lawah.

Karena ada gempa tahun 1917, goa itu menjadi tertutup.

Keberadaan Pura Goa Lawah ini dinyatakan dalam beberapa lontar seperti Lontar Usana Bali dan juga Lontar Babad Pasek. Dalam Lontar tersebut dinyatakan Pura Goa Lawah itu dibangun atas inisiatif Mpu Kuturan pada abad ke XI Masehi dan kembali dipugar untuk diperluas pada abad ke XV Masehi.

Dalam Lontar Usana Bali dinyatakan bahwa Mpu Kuturan memiliki karya yang bernama ”Babading Dharma Wawu Anyeneng’ yang isinya menyatakan tentang pendirian beberapa Pura di Bali termasuk Pura Goa Lawah dan juga memuat tahun saka 929 atau tahun 107 Masehi. Umat Hindu di Bali umumnya melakukan Upacara Nyegara Gunung sebagai penutup upacara Atma Wedana atau disebut juga Nyekah, Memukur atau Maligia. Upacara ini berfungsi sebagai pemakluman secara ritual sakral bahwa atman keluarga yang diupacarai itu telah mencapai Dewa Pitara. Upacara Nyegara Gunung itu umumnya di lakukan di Pura Goa Lawah dan Pura Besakih salah satunya ke Pura Goa Raja.

Pujawali atau piodalan di Pura Goa Lawah ini untuk memuja Bhatara Tengahing Segara dan Sang Hyang Basuki dilakukan setiap Anggara Kasih Medangsia. Di jeroan (bagian dalam) Pura, tepatnya di mulut goa terdapat pelinggih Sanggar Agung sebagai pemujaan Sang Hyang Tunggal. Ada Meru Tumpang Tiga sebagai pesimpangan Bhatara Andakasa.

Ada Gedong Limasari sebagai Pelinggih Dewi Sri dan Gedong Limascatu sebagai Pelinggih Bhatara Wisnu. Dua pelinggih inilah sebagai pemujaan Tuhan sebagai Sang Hyang Basuki dan Bhatara Tengahing Segara.

5. Menuju Pura Watu Klotok

Saatnya menuju pura terakhir yaitu pura Watu Klotok, di klungkung.Tempatnya juga sangat indah pantainya berbatu mirim nama tempatnya.Selesai sembahyang langsung pulang kembali ke kampus. Karena dinginnyaAC, jadi membuat kelelahan dan laper lagi, karena kalori kami terserapoleh AC. Ya gak apa-apa lah…. Have a fun aja..

Pura Watu Klotok merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang ada di Bali, sebagai sthama Ida Bhatara Brahma atau Pesanggrahan Ida Betara Besakih.

Pura Watu Klotok memiliki fungsi ganda sebagai “linggih pesucian Ida Betara Besakih” sesuai dengan ucap raja Purana Besakih, dan juga sebagai tempat ” Nangkek Merana ” sebagai mana dipaparkan dalam lontar Dewa Purana Bangsal dengan diselenggarakannya ” Aci Rutin” setiap tahun pada Purnamaning ke Lima yakni upacara pangusabhan.

1. Pura Watu klotok sebelum dipugar menempati areal seluas 1. 060.4 M 2 dengan bangunan-bangunan
a. Bangunan/pelinggih pokok : Meru Tumpeng lima, Padma Sana, Gedong Alit, ( pengayengan ulundanu, pelinggih Bethara lingsir, Sapta Petala, Ngerurah, Panggungan, Lumbung, Linggih Sapu Jagat, Pesamuhan, Apit Lawang, Linggih Bethara Seghara.
b. Bangunan Pelengkap : Bale Pawedan, Bale Gong, Bale Pemendak.
2. Pura Watu Klotok dengan sasaran pemugaran :
Dengan kondisi Pura Watu Klotok sebagai tersebut diatas sebagai wajud refleksi dari Ista DewataNya, maka sasaran pemugaran menyangkut pada :
a. Perluasan : Luas semula adalah 1.060.4 M2 diperluas menjadi 1.248 M2 dengan memanfaatkan tanah
Due yang berada di sebelah Barat Pura
b. Penataan areal Pura, struktur Pura Watu Klotok mengikuti pola pembagian Areal atas dasar Trimandala, yakni : Utama Mandala/jeroan; Madya mandala/Jaba tengah; Nista Mandala/Jaba pisan.
c. Penataan bangunan, memperjelas pembagian dalam Trimandala ini, masing-masing bagian dipisahkan oleh tembok penyengker yang dilengkapi dengan jandi Bentar sebagai jalan masuk dari jaba pisan ke jaba tengah dan Puri Agung untuk jalan masuk dari jabe tengah ke Jeroan.


3. Bangunan/pelinggih pelengkap yang akan dibangun, yaitu : Utama mandala, PadmaSana, Meru Tumpeng Lima ( Pesanggrahan Ida Bethara Besakih), Gedong Alit Pule, Meru Tumpeng Lima ( Pengayengan Ida Bethari khundama), linggih Ida Bethara lingsir Sapta Petala, Ngerurah, Panggungan, Pelinggih sapu Jagat, bale Pesamuan, Bale Pesandekan, Bale Pawedan. Madya Mandala : Api Lawang, Bale Gong, Bale Pemendak, Bale Kulkul, Gelang Kuri. Nista Mandala : Bale Pawedan, Panggungan, Linggih Sang Hyang Kala Sunya, Pesimpangan Dalem Ped. Pesucian : Lumbung Bale Petandingan, Perantenan, Linggih Bethari Sri Sedana.

.

Perhatian : bahasa dan canda tawa yang saya gunakan pada penulisanblog ini hanya mempercantik isi agar tidak bosan dan monoton, bukakankarena gak tau bahasa hehehe. Smoga semua senang membaca artikel ini.Jika ada kesalahan dan kekurangan mohon dimaklumi. Bye, salamkusebagai penulis : Ketut Supeksa

~<([ketut-supeksa])>~

2 Tanggapan to “Perjalanan Tirtayatra Saat Bersama Teman-temanku ( FP MIPA IKIP Saraswati Tabanan 2011 )”

  1. aguzho Says:

    mantap sob sebarkan difaceboook……

    • supeksa Says:

      makasi/ sebarin jep gen


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: