Gula pedawa


Kalau bicara tentang hal-hal didesaku tentunya sangat banyak yang bisa dibicarakan. Ni salah satunya gula pedawa, atau bisa dibilang gula aren. Pada tau gax ??? Kalau dimakan manisnya kental terasa lama di mulut. Sebenarnya sama saja si dengan gula-gula dari desa lain… Tetapi yang membuatnya khas adalah rasa, tampilan kalau yang bagus biasanya orang-orang menyebutnya yang gading, dan kebersihan gula itu sendiri yang tetap menjaga kualitas mulai dari pengambilan hingga pembuatan.

Pasti pada bingung ya ??? tau kalau gula tu manis…!!! dari apa dan bagaimana butnya…. . Ya sekarang tak kasi tau sedikit ceritanya. Gula pedawa ini biasanya terbuat dari sadapan getah dari pohon enau, ato orang bali menyebutnya dengan kayu jaka, ato dibaca kayu jake . Jake ini manfaanya luar biasa , karena hampir semua bagiannya bisa digunakan. mulai batang, daun, buah hingga dalaman batangnya. Batangnya bisa digunakan kayu seperti jadi patin tambah, hehe agak pake bahasa bali, gax papa kan ??? Daun bisa makanan ternak, lidinya bisa digunakan sapu, ya itu aja dulu… Dari judulnya kan bahas gulanya , kok malah bahas pohonnya,…. Sori agak ngelantur dikit. Hahaahaha🙂

Langsung ja bahas gulanya. Ya dech…… Ya seperti yang saya bilang tadi, gula sebenarnya dibuat dari getahnya ato bisa dibilang getah nira dan orang bali menyebutnya tuak. Tapi tuak yang baru bukan tuak wayah ya …tu si biasanya dipake orang gax bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri tuk mabuk-mabukan. Oya bicara soal mabuk tu gax baik ya. Jangan ditiru kecuali bodoh wkwkwkwk just kidding…. Maaf., kembali ke gula. Getah nira ato tuak itu didapat dari hasil nebukang. Caranya dengan memotong tangkai buah enau atau tangkai buah jake yang masih dalam bentuk puji. Atau dalam bentuk bunga pada calon buah aren. Tapi harus hati-hati karena Puji ini jika kena kulit atau mata bisa menyebabkan iritasi pada kulit bisa gatal-gatal seharian looo. Terus tangkai buah itu dipukul-pukul memakai kayu, tidak tau berapa kali dipukul , sampai mau keluar tetesan getah nira atau tuaknya. Pemukulan pada tangkai ini akan terus diulang sampai pak tani pengambil tuak mengganti wadahnya. Wadah tuak kalo gax salah namanya cambeng dan waluh, di dalamnya di kasi lau untuk menjernihkan dan menjaga kekentalannya.

Pengolahan gula pedawa

Seperti pada umumnya pengolahan dari getah nira atau tuak sampai menjadi gula pada dasarnya sama saja. Tapi kalian gax tau ya ??? Hehe🙂 aku si tau…karena bapakku juga pernah menyadap tuak dan ibuku yang ngolah ato memprosesnya. Ya ini tak tulis sedikit.

Tuak yang sudah diambil dari pohon ditaruh diatas tungku yang besar. Terus diaduk , agar semua rata terkena panas, jika mendidih terlalu besar biasanya di taburi tingkih yang dihaluskan. Tunggu sampai mengental dan pekat merah kekuningan. Kemudian ditaruh dicetakan. Tunggu sampai agak kering lepaskan dari cetakan. Jadilah gula yang manis yang kaya akan sukrosa. Yang cepat diolah menjadi energi. Gula ini kalau dimakan dengan tempe mentah setiap pagi maka vitalitas tubuh akan meningkat. Misalnya 1 tempe sebesar telapak tangan dimakan dengan gula pedawa sebesar jempol tangan. Cobain dech… Wah saya kira baru itu nanti akan saya tambahkan yang lengkap. Kalau mau beli gula pedawa langsung ke pedawa ya. Banyak tiruan .

4 Tanggapan to “Gula pedawa”

  1. Ketut Purianti Says:

    bagus juga,bicara proses pembuatan gula jangan lupa “lau”,tempat menyadap selain cambeng juga ada” waluh “dan kasi penjelasan nya

  2. maya Says:

    kakak artikel’a keren bisa ta pake tugas ekotumb…

  3. gek anom Says:

    bole pesan ngga ? saya mau pesan dalam jumlah banyak pls info ya atau bisa di hub kemana

  4. nyoman warta Says:

    Nyoman warta, Guru IPA SMP 4 Banjar
    Sebaiknya langkah konvesional pembuatan gula aren dipaparkan, dan jika konsep ilmiah yang ada dalam tahap tersebut dipaparkan. selamat berkarya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: