KONSERVASI TUMBUHAN DI KEBUN RAYA “EKA KARYA BALI’’ DALAM UPAYA PENYELAMATAN LINGKUNGAN


KONSERVASI TUMBUHAN DI KEBUN RAYA “EKA KARYA BALI” DALAM UPAYA PENYELAMATAN LINGKUNGAN


1Ketut Supeksa, 2Ni Putu Ella Deviana, 3Ni Luh Gede Krisna Dewi, 4Ni Made Ratmini, 5Yusita Karolina.

Department of Biology Education, of Institute Teacher Training and Education Saraswati Tabanan, Tabanan, Bali, Indonesia. Email : supeksa@gmail.com , Web-Blog : https://supeksa.wordpress.com

”Om Swastyastu”

ABSTRACT

Life processes and activities of plants or other living creatures will essentially affect and are affected by various environmental factors as a limiting factor and each activity will also be affected or limited by the minimum and maximum number of factors, such as factors of light, temperature, humidity, and nutrient and the existence of living things around it (module plant ecology, 2003). Moreover, as we know that plants have a very important role for human and animal life

1. Plants have a reciprocal relationship with the environment. Development of plants is strongly influenced by climatic factors and edafik. Edafik factors eg soil and climatic factors eg light intensity, temperature, wind, humidity etc.

2. Crosses of plants of which there are two kinds of conventional and in vitro. Conventionally the results of the progeny of conventional crosses, the result is a hybrid (puppies). Conventional breeding organisms of one species mated, from different species, or sometimes from a different genus. While crossing the in vitro plants poliploid bertujuannya to get the anther culture and microspore culture (haploid).

3. Do not live forever without the bother of plant pests and diseases. Penggangu pest is an animal. The variety of the caterpillar pests, white lice, locusts and other leafhoppers. And some kind of – kind of diseases that attack plants are very numerous. Diseases that attack plants are caused. Where this plant will help us in providing oxygen, absorption of rain water, air pollution absorption. In this case that the plants are closely related as to avoid soil erosion protection. Thus the treatment plant should be done as possible. Although the treatment has been carried out but the plants are still some visible pests and diseases that lead to the growth of the plant itself disrupted. Then than it should be taken further in order to cope with the later development of pest plants can grow well.To plant breeding done persingan between plants with one another. Crosses are made ​​in the conventional or traditional crops in order to later get a new and sterile. It also will get a superior seedlings. to know the things listed above then the research was conducted.

Key Word : Conservation, life and activities of plants, invitro, animal attact.

PENDAHULUAN

Kebun Raya ” Eka Karya ” Bali, merupakan tempat konservasi, penelitian, pendidikan dan wisata, Terutama tumbuhan. Alamat di Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Diresmikan : 15 Juli 1959, luas : 157,5 hektar, ketinggian : 1.250 – 1.450 m dpl, suhu : 18 – 20 derajat celcius, kelembaban : 70 – 90 %. ( Brosur Kebun Raya Bali. 2011 ).

Koleksi tanaman yang mencapai kira-kira 16.000 tanaman yang terdiri dari 1.500 jenis, 320 marga, dan 155 suku tumbuhan. Tanaman dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok baik itu tanaman milik kehutanan maupun tanaman koleksi yang merupakan tanaman hias, tanaman buah, tanaman obat, tanaman untuk bahan-bahan upacara, dan sebagainya.

Terdapat juga taman anggrek (orchid park) dengan berbagai koleksinya, seperti Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris), Anggrek Tanah (Spathologlottis plicata) dan jenis anggrek Epindrum radicans dari Amerika Utara dan Amerika Selatan, serta terdapat juga koleksi bunga Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) yang terkenal dan hanya bisa dilihat bunganya antara bulan Juli-Agustus. Selain tumbuhan, Kebun Raya Eka Karya juga menjadi habitat beberapa jenis burung, antara lain, Tekukur, Kucica Batu, Bondol Jawa, Sriganti, Walet Sapi, Kepodang, burung Isap Madu Australia dan masih banyak yang lainnya.

Hampir setiap tumbuhan mempunyai bagian-bagian yang sama. Pada umumnya, setiap tumbuhan memiliki akar,batang,daun,bunga,buah dan biji.Setiap bagian-bagian itu mempunyai stuktur dan fungsi khusus.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tumbuhan kami melakukan penelitian di Kebun Raya Eka Karya
Bali yang bertempat di Bedugul. Adapun tiga materi yang kami ambil dalam melakukan pengamatan yaitu diantaranya tentang media tanam, Pemuliaan Tanaman dan tentang Hama dan Penyakit pada tanaman

Media tanam diawali dengan pengolahan tanah bertujuan untuk menyediakan lahan agar siap bagi kehidupan tanaman dengan meningkatkan kondisi fisik tanah. Karena tanah merupakan
faktor lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik dengan tanaman.Adapun jenis-jenis faktor lingkungan yaitu meliputi:

  • Faktor fisik (air, udara, struktur tanah serta suhu)
  • Faktor kimiawi (kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi)
  • Faktor biologis (makro/mikro flora dan makro/mikro fauna)

    Bagi lahan basah sasaran yang ingin dicapai adalah lumpur halus, yang sesuai bagi perkecambahan benih dan perkembangan akar tanaman. Alat pengolahan tanah mulai yang tradisional sampai modern (mekanisasi). Pemuliaan tanaman ini merupakan suatu usaha untuk mendapatkan tanaman dengan sifat yang lebih baik (lebih unggul) dalam hal ini adalah sifat – sifat tertentu yang diinginkan. Pemulian tanaman yang bekerja pada program yang sudah berkembang, biasanya memelihara stok biji bahan genetik dari hasil penelitiannya sendiri dan mendapatkan bahan dari pemulia tanaman yang lain, dari pusat–pusat sumber daya genetik dan dari berbagai badan – badan yang menyimpan stok–stok genetik.

    Ruang Lingkup Pemuliaan Konvensional ( Selektif ) dan Rekayasa Genetika. Banyak pakar memandang rekayasa genetika secara sederhana sebagai kelanjutan dari teknik pemuliaan konvensional karena kedua teknik itu pada dasarnya bertujuan untuk menggabungkan materi genetika dari sumber yang berbeda untuk menggabungkan materi genetika dari sumber yang berbeda untuk menghasilkan organisme yang memiliki sifat-sifat baru yang berguna. Meskipun pada dasarnya rekayasa genetika dan pemuliaan konvensional memiliki kesamaan. Namun kedua teknik itu juga memiliki perbedaan – perbedaan penting.

    Tumbuhan sesungguhnya tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Selain hama juga ada penyakit yang menyerang tumbuhan yang mengakibatkan tumbuhan tersebut tumbuh secara tidak normal bahkan dapat mengakibatkan kematian pada tanaman tersebut. Contoh jenis penyakit pada tumbuhan yaitu bakteri,jamur dan virus.

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang bagaimana cara pembibitan tanaman dan bagaimana prosesnya, tekhnik dari pemulian tanaman serta manfaat dari pemulian tanaman itu sendiri, dan yang terakhir yaitu untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri tananam yang terserang hama dan penyakit serta kerugian atau dampak apa yang akan di timbulkan jika tanaman tersebut terserang hama maupaun penyakit.

Download Disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: