PERILAKU KELINCI (THE BEHAVIOR OF RABBITS)


PERILAKU KELINCI

THE BEHAVIOR OF RABBITS


1Ketut Supeksa, 2Yusita Karilina, 3Ni Putu Rismawati

Department of Biology Education, of Institute Teacher Training and Education Saraswati Tabanan, Tabanan, Bali, Indonesia . Email : supeksa@gmail.com , Web-Blog : https://supeksa.wordpress.com

”Om Swastyastu”

ABSTRACT

    From the various results of the study, it is known that the occurrence of a behavior is caused by both the genetic and the environment (learning process), resulting in a developmental nature. All animals have different behavior, both the default behavior, which has been taught and adaptation. Rabbits have a very varied behavior. Sniffing behavior at all times except when sleeping, the time will climb ready to mate or a friend nearby, rabbits love to be pampered. If maintained properly it will be a fun playmate. All organisms have this behavior. Behavior is a form of response to internal and external conditions. A behavioral response when the response is said to have been patterned, which gives the same specific response to certain stimuli. Behavior can also be interpreted as the activity of an organism as a result of a stimulus. therefore conducted this study is important for education.

Key Word : Rabbit behavior, response, stimuli, environment, study

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

        Semua organisme memiliki perilaku. Perilaku merupakan bentuk respons terhadap kondisi internal dan eksternalnya. Suatu respons dikatakan perilaku bila respons tersebut telah berpola, yakni memberikan respons tertentu yang sama terhadap stimulus tertentu. Perilaku juga dapat diartikan sebagai aktivitas suatu organisme akibat adanya suatu stimulus. Dalam mengamati perilaku, kita cenderung untuk menempatkan diri pada organisme yang kita amati, yakni dengan menganggap bahwa organisme tadi melihat dan merasakan seperti kita. Ini adalah antropomorfisme (Y: anthropos = manusia), yaitu interpretasi perilaku organisme lain seperti perilaku manusia. Semakin kita merasa mengenal suatu organisme, semakin kita menafsirkan perilaku tersebut secara antropomorfik.

        Suatu perilaku hewan terjadi karena pengaruh genetis (perilaku bawaan lahir atau innate behavior), dan karena akibat proses belajar atau pengalaman yang dapat disebabkan oleh lingkungan. Pada perkembangan ekologi perilaku terjadi perdebatan antara pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada suatu organisme merupakan pengaruh alami atau karena akibat hasil asuhan  atau pemeliharaan, hal ini merupakan perdebatan yang terus berlangsung. Dari berbagai hasil kajian, diketahui bahwa terjadinya suatu perilaku disebabkan oleh keduanya, yaitu genetis/ bawan dan lingkungan (proses belajar), sehingga terjadi suatu perkembangan sifat. Semua hewan memiliki perilaku yang berbeda-beda, baik perilaku bawaannya, yang sudah diajari maupun adaktifnya. Pada kesempatan ini yang menarik adalah hewan malam (noocturnal) yang salah satunya kelinci, yang sudah dipelihara manusia bisa hidup pada siang hari, maka dari itulah kami tertarik meneliti perilaku kelinci.

1.2 Rumusan masalah

        Adapun rumusan masalah dari laporan ini adalah sebagai berikut ;

1.2.1 Bagaimana perilaku kelinci yang bersifat bawaan ?

1.2.2 Bagaimana perilaku kelinci yang terajar ?

1.2.3 Bagaimana perilaku adaktif kelinci ?

1.2.4 Apa perbedaan kelinci liar dan terajar ?

1.3 Tujuan penelitian

        Sedangkan tujuan diadakan penelitian ini adalah

1.3.1 untuk mengetahui perilaku kelinci yang bersifat bawaan.

1.3.2 Untuk mengetahui perilaku kelinci yang terajar.

1.3.3 Untuk mengetahui perilaku adaktif kelinci.

1.3.4 Untuk mengetahui perbedaan kelinci liar dan terajar.

1.4 Manfaat

        Penyusunan laporan ini memiliki dua manfaat yaitu manfaat teoritis dan manfaat paraktis. Kedua manfaat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.4.1 Manfaat Teoritis

        Manfaat teoritis yang didapatkan dari hasil penyusunan laporan ini adalah salah satu pelajaran dalam rangka menambah wawasan dalam bidang Ekologi Hewan yang mengenai perilaku hewan.

1.4.2 Manfaat praktis

        Praktikum ini juga memberi manfaat praktis yaitu sebagai acuan dan bahan perbandingan dalam mempelajari Ekologi hewan. Sebagai pelatihan dalam menyusun laporan. Materi-materi yang ada dalam laporan ini dapat sebagai acuan untuk mempelajari Ekologi hewan.

DOWNLOAD DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: