PPL DI SMP NEGERI 1 PENEBEL 2012


PPL DI SMP NEGERI 1 PENEBEL 2012

Pendahuluan : Artikel ini dibuat oleh 3 orang : KETUT SUPEKSA, KADEK IFO ADI SUCIPTA dan AGUS JUNI ARTAWAN, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi IKIP SARASWATI TABANAN BALI

Perihal : Kesan selama PPL (Praktik  Pengalaman Lapangan)

Petunjuk : Baca artikel sampai ke bawah, Karena lumayan panjang. dan foto tentang kegiatan masing-masing dari kami ada di setiap awal tulisan

Aula SMP N 1 PENEBEL

1. KETUT SUPEKSA

IMG_1025

Picture1g

Picture3

 

PPL DI SMP NEGERI 1 PENEBEL :  Semerter VII bagi kami merupakan awal dari suatu tugas akhir. Tugas dari semester VII yaitu tugas real teaching (KKN atau PPL) yang diterjunkan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk perwujudan mengukur kemampuan dimana sebagai calon pendidik (guru) kita harus bisa mengajar dengan baik. Dalam mengajar kita dituntut bisa memiliki kemampuan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan bertanya dasar dan lanjut, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi pembelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan membimbing diskusi kelompok, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengelola kelompok kecil dan perorangan . hal yang lain juga dituntut kepada kita sebagai mahasiswa calon pendidik adalah bisa mengadakan interaksi positif dengan cara menunjukkan loyalitas untuk melakukan tugas di luar kegiatan mengajar (Nardi, 2011). Sebelum mulai mengajar kita persiapkan diri maupun mental sehingga tidak timbul keraguan dalam mengajar dan berhadapan langsung dengan peserta didik.

Sebelumya kami ucapkan terima kasih yang sbesar-besarnya kepada :

Bapak Drs. I Wayan Nardi selaku ketua BPLK yang telah menerjunkan saya ke sekolah SMP N 1 Penebel

Bapak I Nengah Remuja Yadnya, S.Pd, M.Pd slaku kepala sekolah SMP N 1 Penebel yang telah meberikan izin untuk mrngadakan PPL disana

Ibu Dra. Ni Wayan Holyhari selaku guru pamong yang telah memberi banyak masukan mengenai cara menyusun RPP, menguasai kelas dan informasi tentang siswa.

Bapak I Ketut Sudiartana,S.Pd selaku guru pamong yang telah memberi banyak masukan mengenai cara menyusun RPP, menguasai kelas dan informasi tentang siswa.

Bapak Drs. I Made Maduriana, M.Si selaku dosen pembimbing PPL saya yang telah banyak memberi masukan tentang cara mengajar

Serta semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu

    PPL diadakan dengan menghabiskan 8 RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan setelah selesai RPP maka akan diadakan ujian dengan pembuatan RPP ke-9. Senemg bisa selesai walaupun dari awal pesimis antara bisa atau tidak menghabiskan 8 RPP karena hanya dapat satu kali pertemuan perminggu, tapi akhirnya bsa dengan mengambil tambahan di kelas VII , syaratnya gurur pamongnya sama. Jadi saya ngajar di kelas VIII i 5 (lima x pertemuan ) VII i 3 (tiga x pertemuan) jadi isa cepet ehehehehehe🙂 . Dan untuk jiannya yaitu RPP ke-9 ku ambil di kelas VIII i

    PPL ini terasa menyenangkan kalau bisa pingin ngajar tetap disana, kalau bisa si,,,,, (Ngarep.com). hahahahaha😀 . yah belum bisa kalau blum mangkat,,, adechhh. Nah pengalaman ini bisa ku simpan selamanya andaikan nanti ku bisa atau tidak jadi guru beneran suatu hari nanti. Tapi ku kan terus berharap dn berusaha agar bisa jadi guru,,,, kalau tidak ya kangoan grn br dadi dagang bakso xxixixixi, mudah-mudahan gax,,,, doain juga ya biar bisa… !. Kebayang pengalaman ini, dari pagi ku harus kerja dulu di kandang babi dari pagi, terus biar cepat-cepat bisa ke sekolah langsung ngajar. Kerja sambil tugas PPL capek juga…. tapi untungnya bisa atur waktu dan selesai (Ayyyyyyeeeeee). Ginilah semangat yang bisa membuat saya terus maju.

    Tempat yang menyenangkan, semua ramah dan ada keakraban sabagai bagian walau sementara. Nah mau tau suka dan duka saat mengajar ? baca terus ya……ampe kebawah, dan terus kebawah,,,, jangan sampai kejauhan hehehe.

No

Urut

Nama Peserta Didik kelas VIII i

1Mega Amerta I made2Mesa Putra I Wayan3Priyadi Dwi Antara I Made4Restu Pratama I Putu5Ribawa I Putu6Sukma Adinata I Gede Made7Sutediarta I Wayan8Wirawan I Made9Restu Wirya Satya I Made10Robi mahendra I Komang11Ryan Mahendra I Komang12Sukma Adi I Putu13Wiadnyana I Made14Yuda Satiawan I Wayan15Frida Aditya I Putu16Amilia Trisna Dewi I Nyoman17Ayu Mita Permata Dewi Ni Putu18Ayu Putri Anggraini Ni Kedek19Ayu Rissa Tirta Dewi NI Putu20Cempaka Merta Nadi21Emik Dwi Kusnul Amanah22Adik DinaUlantari I Iluh23Ayu Ningsih Ni Made24Ayu Sawasih Ni Made25Della Miranthi Putri Putu26Dewi Ningrat Ida Ayu Made27

Ermayanti Ni Made

Pangalaman yang terasa singkat, tapi memberi arti dan perbaikan diri. Berikut dalah tahapan pertemuanku mengajar :

    Pertemuan ke-1 di kelas VIII i

Hari pertama mengajar, dengan RPP yang telah disiapkan seperti biasa diperkenalkan kepada siswa oleh guru pamong saya Ibu Dra. Ni Wayan Holyhari , bahwa yang akan mengejar sementara di elas VIII i adalah saya ( Ketut Supeksa ). Pertemuan terasa agak sedikit canggung mau bilang kata apa lidah sedikit terpeleset tapi untung lah bisa diakali hehehe, mungkin karena belum kenal saya siswa seperti ada yang tertawa, ya mungkin karena melihat guru atau saya yang kecil, pendek, jelek, hah,,,, tapi yang penting tetep PD hehehe.

    Pertemuan ke-2 di kelas VIII i

Pertemuan kedua sudah mulai akrab dan banyak siswa yang bertanya. Pada pertemuan ini siswa akan mengadakan presentasi tentang tugas yang di berikan oleh Ibuknya, yah tapi ternyata mereka belum pernah presentasi, dengan sabar kelompok per kelompok saya jelaskan mengenai cara presentasi. Ya sambil belajar memipin diskusi kelompok kecil hehehe. Dan akhirnya siswa sudah bisa dan presentasi dimulai walau agak sedikit berantakan tapi unruk pertama kali gax papa lah, lumayan bagus dan saya bisa melilai dari belakang , kadang ku beri umpan bali dan penguatan mengenai konsep yang keliru.

    Pertemuan ke-3 di kelas VIII i

Pertemuan yang ketiga juga masi di kelas VIII i, suasana pembelajaran sudah mulai ku kendalikan, walau sebenarnya harus memakai media power point, karena belum dipasang LCD jadi dengan mengajar maual dengan media Charta ya untung langsung , walau sdikit degdegan tapi tersamarkan lah… yang penting dah kuasai materi hehehe,

    Pertemuan ke-4 di kelas VII i

Pertemuan ke empat ini awal ku mengajar di kelas VII i dengan mata pelajaran kimia , karena konsltasi dengan guru pamong akan tidak bisa sampai 8 RPP , untunglah bisa selesai dengan mengambil tambahan. Yang pentin guru pamongnya satu. Di hari pertama di kelas VII i ini ya lumyan lah dengan kimia dasar yang telah kumiliki.

    Pertemuan ke-5 di kelas VIII i

Pertemuan ke lima kembali ke kelas 2, atau kelas VIII, tugas yang dibeikan dirumah sudah dibuat walau ada beberapa yang belum, ya kalau tidak ngumpul kan beri tugas tambahan hehehe. Pembelajaran dah kondusip , sempet ku nanya giamana cara bapak ngajar ????? terlalu cepat Pak…, Ya de tak lambatin….

    Pertemuan ke-6 di kelas VII i

Pertemuan yang ke enam ini di kelas VII i. dengan melanjutkan materi yang di bahas sebelumnya, nah disini ku berikan bar siswa yang aktif kare ku lihat belum semangat ya dengan pembelajaran cooperatif asik juaga tapi kelemahan jika di kasi tugas berkelompok malah ribut… ya dengan kata-kata nasehat biar tidak ribut akhirnya bisa juga diemnya wala masi ada beberapa. Ya lumayanlah.

    Pertemuan ke-7 di kelas VIII i

Pertemuan ke tujuh ini kembali ke kelas VIII i, dengan membangkitkan keaktifan siapa yang berani bertanya dan menjawab akan mendapat nilai Pluuuusssss. Efektif jugaa, jadi ku memiiki kesimpulan siapapun harus diberi penghargaan atas usahanya yang positif dan masa remaja ini terutama anak-anak masih sangat perlu diberikan hal semacam itu agar memiliki kepribadian atau kerakter yang bisa menghargai orang lain seperti yang saya kutip dari progranm yang dicanangkan pemerintah yaitu PENDIDIKAN BERKARAKTER. So kita bukan saja mendidik pintar dalam ilmu tapi kita juga mendidik karakter yang lebih baik.

    Pertemuan ke-8 di kelas VII i

Pertemuan ke delapan yaitu di kelas VII i ya pertemuan terakhir di kelas VII i. dengan cerita sedikit-sedikit agar mereka tetap bersemangat belajar. Walau ku agak sedikit bingung pada materi yaitu langsung ke FISIKA, tapi bisa dan harus bisa.

    Peretemuan ke-9 di kelas VIII i (Ujian PPL)

Suasana sangat degdegan awalnya sebelum dimulai karena akan diuji oleh Guru pamong dan dosen penguji. Pas berjalan beberapa menit degan melihat siswa yang serius belajar degdegan pun hilang , terasa santai, enjoy, terasa seperti baru minum SPRITT yang terasa plong (UPZzzz Agak berlebihan dikit hehehehehe) . ya ternyata ujian biasa aja, anggap saja tidak ada penguji jadi semangat seperti biasa. Dan selesai…… Masa-masa ngajar akan jadi kenangan selamanya entah ku bisa jadi guru atau tidak suatu nanti tergantung Nasib, Usaha dan Perjuanganku nanti…… Tolong doakan biar sukses ya….. Untuk siswaku kalian semua pintar-pintar dan alangkah baiknya kepintaran kalian harus dibarengi dengan selalu berbuat baik dan selalu takwa terhadap Tuhan Yanga Maha Esa. Sampai jumpa………….

2. KADEK IPO ADI SUCIPTA

Picture2

Picture1gg

???????????????????????????????

PPL ( ) di kelas IX i SMP Negeri 1 Penebel memberikan saya banyak pengalaman yang sangat berkesan dan berguna sebagai evaluasi diri saya.

  1. 1.      Hari Pertama (pra mnengajar)

Saat pertama kali memasuki area sekolah, saya merasa nerves, grogi serta merasa sedikit takut, karena banyak orang-orang baru yang akan saya temui serta yang saya ajak berkomunikasi. Kami (saya dan teman-teman mahasiswa PPL) bersama BPLK disambut baik oleh perwakilan Sekolah untuk melakukan kegiatan PPL serta memberikan ijin  para mahasiswa untuk melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) di Sekolah tersebut. Kemudian setelah kegiatan perkenalan dan beramah-tamah selesai, kami menemui guru pamong masing-masing. Lagi-lagi saya merasa sedikit nerves, karena akan menemui guru yang akan membimbing saya selama PPL di sekolah. Kebetulan mahasiswa Biologi sudah ditunggu di ruangan Laboratorium Biologi oleh para guru pamong. Kesan pertama saya menemui guru pamong adalah “ramah”. Karena para guru pamong saat berkomunikasi dengan kami selalu tersenyum dan memberitahukan kami kembali bagaimana cara mengajar, cara berkomunikasi dengan siswa, karakter umum siswa dan keadaan masing-masing kelas yang diampunya. Setelah itu, kami dibagi menjadi 3 kelompok. 2 orang mengajar di kelas IX, 3 orang mengajar di kelas VIII dan 1 orang mengajar di kelas VII. Kebetulan saya dan 1 orang teman saya yaitu I Wayan Agus Juniartawan diberikan mengajar di kelas IX, dan kami diampu oleh guru pamong yaitu bapak I Ketut Sudiartana, S.Pd. Saya dan Agus berdikusi dengan guru pamong tentang pembagian kelas dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas seperti buku panduan atau buku paket, LKS serta RPP. Kebetulan Agus dapat mengajar di kelas IX g, dan saya mengajar di kelas IX i.

  1. 2.      Hari ke 2 (pra mengajar)

Pada hari ke-dua saya ke sekolah, saya membawa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang saya buat untuk diserahkan kepada guru pamong. Seperti hari pertama sebelum saya bertemu guru pamong, saya agak sedikit nerves karena takut jika saya salah kata dan menyinggung guru pamong, tetapi saat berkomunikasi nerves saya hilang karena keramahan guru pamong. Saya diberikan sedikit pembinaan dan penjelasan karena masih ada beberapa bagian RPP saya yang kurang benar dan harus direvisi kembali. Setelah selesai diskusi saya diperbolehkan mengajar di kelas IX i sesuai jadwal yang telah ditentukan.

  1. 3.      Pertemuan ke-1 di kelas IX i

Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, saya melakukan perkenalan dengan para siswa dibantu oleh guru pamong. Guru pamong menjelaskan kepada siswa bahwa saya sebagai guru yang mengajar mereka sementara. Lagi-lagi perasaan nerves muncul karena kesan saat saya masuk kelas adalah “besar”. Dimana, postur tubuh siswa kelas IX i rata-rata tingginya hampir sama dengan saya, bahkan ada beberapa yang postur tubuhnya lebih besar. Saat selesai perkenalan, saya memulai pelajaran dengan bahan RPP yang telah saya revisi, tetapi karena pertama kali mengajar langsung, saya cenderung merasa “canggung dan kikuk” menjelaskan materi dan berdiri di depan kelas, mungkin karena siswa-siswi di kelas IX I ganteng-ganteng dan cantik-cantik. hehehehe. Tetapi semua berjalan lancar.

  1. 4.      Pertemuan ke-2 di kelas IX i.

Pertemuan ke-2 di kelas, saya meminta bantuan teman saya (I Wayan Agus Juniartawan) untuk memasang LCD sebelum jam pelajaran dimulai, karena di kelas IX i, belum tersedia LCD permanen seperti di kelas IX g. Mungkin karena baru beradaptasi, perasaan “kikuk” masih ada. Begitu juga dengan para siswa, siswa cenderung pasif dan “adem-ayem” saja. Tidak ada yang bertanya, tidak ada yang berdiskusi, siswa hanya duduk rapi dan diam saja saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

  1. 5.      Pertemuan ke-3 di kelas IX i.

Seperti hari sebelumnya saya mengawali pelajaran dengan salam, tetapi kali ini saya sedikit mengajak para siswa untuk bercerita dan bercanda dengan harapan kami (saya dan siswa) melakukan kegiatan pembelajaran dengan nyaman dan tidak canggung lagi. Benar saja, siswa yang nakal sudah mulai kelihatan “belangnya”. Tapi ga apa lah, namanya juga anak-anak.

  1. 6.      Pertemuan ke-4 di kelas IX i.

Pada pertemuan ke-4, saya meminta PR yang saya berikan pada anak-anak. Saya merasa agak terkejut, karena semua siswa mengerjakannya. “ternyata rajin-rajin juga nih anak-anak”. Materi kelenjar endokrin sudah saya persiapan sebagai sarapan siswa. Pertemuan ke-4 lancar lagi sesuai dengan RPP. Jadi tambah semangat deh mengajar di hari-hari berikutnya.

  1. 7.      Pertemuan ke-5 di kelas IX i.

Setelah menjelaskan sedikit tentang sistem indra, saya membagi siswa menjadi beberapa kelompok diskusi. Tetapi………….ada yang protes. Siswa tidak mau membentuk kelompok heterogen (terdiri atas perempuan dan laki-laki), alasan para siswa yaitu “malu”. Dengan sedikit bercanda, memotivasi, menjelaskan dan memaksa, akhirnya siswa mau membentuk kelompok heterogen. “dasar anak-anak zaman sekarang, sudah tahu malu dengan lawan jenis”.

  1. 8.      Pertemuan ke-6 di kelas IX i.

Setelah keakraban dan kenyamanan diantara kami (saya dan para siswa) sudah terasa cukup, maka saya mencoba untuk memberi motivasi, yaitu “siapa yang termasuk aktif, mau bertanya dan rajin menjawab pertanyaan, akan mendapat nilai plus”. Hasilnya lumayan juga. Suasana kelas menjadi lebih “hidup”. Tetapi saking aktifnya, banyak siswa yang menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tidak nyambung dengan materi. Bahkan over aktif alias kelas menjadi ribut. Dengan susah payah deh menenangkan suasana kelas lagi. huft……

  1. 9.      Pertemuan ke-7 di kelas IX i.

Materi dan RPP sudah siap, pembelajaran juga sudah dimulai, beberapa kelompok juga sudah dibentuk, tetapi ada saja siswa yang terlambat masuk kelas. Sedikit menghambat waktu, tetapi tidak menjadi masalah. Saat saya menjelaskan materi kepada siswa, keadaan kelas masih terasa tenang, tetapi saat saya memulai diskusi siswa, dari keadaan tenang, lama-lama kelas menjadi agak ribut. “entah mereka diskusi tentang pemecahan masalah apa malah ngerumpi” tetapi saya menegur siswa dan memperpendek batas waktu pengerjaan diskusi kelompok. Akhirnya keadaan kelas bisa dikendalikan juga.

  1. 10.   Pertemuan ke-8 di kelas IX i.

Pertemuan ini merupakan minggu menjelang berakhirnya masa PPL saya di kelas IX i. Jadi, kegiatan kali ini harus lebih semangat untuk dilaksanakan. Saat kegiatan pembelajaran berlangsung, masih saja ada siswa yang katagori “nakal” nyeletuk di sela-sela pelajaran. Dalam hati sih emosi jadinya, tapi berusaha kelihatan sabar saja. Biar mereka mrasa agak jera nyeletuk, maka saya memberikan pertanyaan tentang materi yang saya jelaskan. Tentu saja, langsung kalem jadinya mereka. Hehehehehe

 

  1. 11.  Pertemuan ke-9 di kelas IX i.

Ini merupakan kegiatan pembelajaran terakhir saya di kelas IX i. Tapi, hari ini juga hari yang berbeda dari biasanya. Karena hari ini saya melaksanakan ujian PPL dengan mengundang Dosen pembimbing PPL saya untuk menilai ujian di SMP Negeri 1 Penebel. Saya beserta teman-teman PPL lainnya menyiapkan ruangan Laboratorium Biologi sebagai tempat ujian. Siswa kelas IX I juga saya beritahu untuk melakukan kegiatan pembelajaran di Ruangan Laboratorium. Nerves dan takut terasa sangat besar, karena harus tampil mengajar di depan guru pamong dan dosen pembimbing. Tapi saat sudah di depan siswa, perlahan-lahan nerves dan takut hilang. Ada saja sedikit kendala yang ditemui selama kegiatan pembelajaran. Tetapi, untunglah semua berjalan dengan lancar.

Begitulah pengalaman yang saya dapatkan selama melaksanakan kegiatan PPL di SMP Negeri 1 Penebel. Ada banyak kesan, banyak pengalaman, banyak rasa dan banyak cerita tentunya. Kegiatan PPL ini saya laksanakan sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan dalam tingkatan Strata 1. Mudah-mudahan saya dan teman-teman yang mengikuti program ini dapat melaksanakan segala kegiatan tanpa ada hambatan yang berarti.

3. AGUS JUNI ARTAWAN

PPL DI SMP NEGERI 1 PENEBEL 2012

Semerter VII bagi saya merupakan awal dari suatu tugas akhir. Tugas dari semester VII yaitu tugas real teaching (KKN atau PPL) yang diterjunkan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk perwujudan mengukur kemampuan dimana sebagai calon pendidik (guru) kita harus bisa mengajar dengan baik. Dalam mengajar kita dituntut bisa memiliki “kemampuan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan bertanya dasar dan lanjut, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan  variasi pembelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan membimbing diskusi kelompok, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengelola kelompok kecil dan perorangan. hal yang lain juga dituntut kepada kita sebagai mahasiswa calon pendidik adalah bisa mengadakan interaksi positif dengan cara menunjukkan loyalitas untuk melakukan tugas di luar kegiatan mengajar (Nardi, 2011). Sebelum mulai mengajar kita persiapkan diri maupun mental sehingga tidak timbul keraguan dalam mengajar dan berhadapan langsung dengan peserta didik.

Sebelumya saya ucapkan terima kasih yang sbesar-besarnya kepada :

1)      Bapak Drs. I Wayan Nardi, M.Pd selaku ketua BPLK yang telah menerjunkan saya ke sekolah SMP N 1 Penebel

2)      Bapak I Nengah Remuja Yadnya, S.Pd, M.Pd slaku kepala sekolah SMP N 1 Penebel yang telah meberikan izin untuk mrngadakan PPL disana

3)      Bapak I Ketut Sudiartana,S.Pd selaku guru pamong yang telah memberi banyak masukan mengenai cara menyusun RPP, menguasai kelas dan informasi tentang siswa.

4)      Bapak Drs. I Made Maduriana, M.Si selaku dosen pembimbing  PPL saya yang telah banyak memberi masukan tentang cara mengajar

5)      Teman-teman , khususnya guru bidang studi IPA yang telah memberikan dorongan dan bimbiingan cara mengajar  Serta semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu

PPL diadakan untuk memenuhi tugas dari semester vii yaitu tugas real teaching  dengan menghabiskan 8 RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)  selama 3 bulan dan pada  RPP  yang ke 9 akan diadakan ujian. Senemg bisa selesai walaupun dari awal pesimis antara bisa atau tidak menghabiskan 8 RPP karena hanya dapat satu kali pertemuan perminggu, tapi akhirnya bisa dan akhirnya bisa juga menyusun semua RPP ,

10 Tanggapan to “PPL DI SMP NEGERI 1 PENEBEL 2012”

  1. aguzho Says:

    kesan kesan agus kok belum masuk ,kapan dimasukan ney

    • Ketut Supeksa Says:

      Kan sube sob, di bawah…. Foto agus kuang,,,mani transfer nah

  2. Tian Fenkz Zhi Somplak Says:

    sob, kayang ne revisi kal biin kesan-kesan. jek bes formal asane kata-kata to poux

  3. Tian Fenkz Zhi Somplak Says:

    oy sob, kata-kata di kesan-kesan agus di modif dikit, alne hampir sama dengan pembukaaan punya supeksa, trus nanti q jg mau revisi punya q. alne kata-kata terlalu formal, jadi ga asik klo dibaca. kemaren tak kirain bakal di serahin buat tugas. makannya q bikin agak melempem.

    • Ketut Supeksa Says:

      Ok sob,,,, nanti revisi lagi punya agus,,,, dan punyaku juga belum lengkap,,,,, di awal tulisan kurang greget,,,,, ok punya ifo , ktik dlu di word,,,,,,nanti kan gampang revisinya, secara umum kayaknya dah masuk 10 besar urutan teratas google dengan kata kunci smp negeri 1 penebel hehe

      • Ifo NakLing Tajun Says:

        ok sob, ni lagi direvisi dg kata2 yang lebih simple n fun dari sebelumnya. mungkin agak norak, tapi kayaknya lebih bersahabat.

  4. Ifo NakLing Tajun Says:

    wah……..diperhatikan lagi, nama saya itu salah mas brow

    • Ketut Supeksa Says:

      Hah, ok nanti diubah heehe sori sob,

  5. Keshi Says:

    selamat tut telah melalui ppl dengan baik moga cita cita dapat tercapai daaa

    • Ketut Supeksa Says:

      Suksma ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: