Desa Penglatan : Pengabenan Masal 2013


Desa Penglatan : Pengabenan Masal 2013

pengabenan masal di desa penglatan

Desa penglatan merupakan sebuah desa yang ada di buleleng yang termasuk dalam kecamatan kota, yaitu singaraja. Jalan menuju desa Penglatan bisa dicapai dari Banyuning dengan Jalan Pulau Irian, dari Alasangker, dari Jineng Dalem. Mau melihat letak desa melalui satelite  KLIK DISINI

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenasah kepada kehidupan mendatang. Jenasah diletakkan selayaknya sedang tidur, dan keluarga yang ditinggalkan akan senantiasa beranggapan demikian (tertidur). Tidak ada airmata, karena jenasah secara sementara waktu tidak ada dan akan menjalani reinkarnasa atau menemukan pengistirahatan terakhir di Moksha (bebas dari roda kematian dan reinkarnasi). Puncak acara Ngaben adalah pembakaran keluruhan struktur (Lembu atau vihara yang terbuat dari kayu dan kertas), berserta dengan jenasah. Api dibutuhkan untuk membebaskan roh dari tubuh dan memudahkan reinkarnasi. Setelah sampai dilokasi kuburan atau tempat pembakaran yang sudah disiapkan, mayat di masukan/diletakan diatas/didalam “Replica berbentuk Lembu“ yang sudah disiapkan dengan terlebih dahulu pendeta atau seorang dari kasta Brahmana membacakan mantra dan doa, lalu upacara Ngaben dilaksanakan, kemudian “Lembu” dibakar sampai menjadi abu. Sisa abu dari pembakaran mayat tersebut dimasukan kedalam buah kelapa gading lalu kemudian di larungkan/dihayutkan ke laut atau sungai yang dianggap suci.

lembu pengabenan

Tahun 2013 ini aku berkesempatan melihat jalannya pengabenan masal disana, kebetulan kakakku menikah disana, yang mertuanya juga ikut diabenkan. Pengabenan yang dimulai pada 30 Agustus 2013. Yang mengabenkan 348 sawa. 70 Ngrapuh dan 23 Dadia.

ngabe masal bali

Walau jadi pembawa air , seneng lah, hehe. Pusat karyanya di sekolah TK di Penglatan. Sawa yang akan diabenkan akan di bawa ke Setra setempat untuk prosesi pengabenan. Penglatan yang mempunyai dua (2) setra, setra kajanan dan setra kelodan. Sawe yang bertempat tinggal di Penglatan kelodan diaben di setra kelodan, sawe yang berasal dari penglatan kajanan diaben di setra kajanan.

pengabenan di desa penglatan

pengabenan di desa penglatan

Sebelum berangkat ke Setra,,, sawa berjalan sesuai urutannya,,, dan sangat tertib, salut de pada pemimpin adat disana, mudah2an bisa jadi contoh bagi desa lainnya. Pengabenan suatu bentuk penghormatan kita terhadap Pitra.

nyulub ngaben

Pengabenan masal juga merupakan pengamalan dari Pancasila, Why…? Sila pertama ketuhanan, ada hubungan dengan acara agama. Sila ke-2 tentang kemanusiaan yang ada keadilannya, jadi tanpa memandang kaya atau kurang mampu bisa juga ikut ngaben. Sila ke-3 persatuan , mereka bersatu dengan lancarnya acara tersebut. Sila ke-4 ada yang memimpin dan taat pada aturan sehingga acara terarah sesuai harapan. Sila ke-5 keadilan sosial : semua adil kan, semua diperlakukan sama, tidak memandang kedudukan, semua orang berhak dan berkeadilan, hehe🙂

kwik

Nah bagaimana agar acara berjalan lancar?
1. Ketuhanan : ingat tuhan itu satu dan tidak pernah membedakan, yang berbeda hanya imannya

2. Ingat ada HAM dari sejak lahir hingga tiada
3. Selalu bersatu, maka “Together We Can“
4. Taat pada pimpinan : pemimpin pastinya sudah berusaha mengatur hal yang terbaik
5. Selalu adil ke sesama mahluk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: