Alasan Bali Tolak Reklamasi


Alasan Bali Tolak Reklamasi

alasan bali tolak reklamasiPoster Tolak Reklamasi

I. Arti Reklamasi

Menurut Bamus Besar Bahasa Indinesia re·kla·ma·si /réklamasi/ n 1 bantahan atau sanggahan (dng nada keras); 2 Tan usaha memperluas tanah (pertanian) dng memanfaatkan daerah yg semula tidak berguna (msl dng cara menguruk daerah rawa-rawa); 3 pengurukan (tanah); me·re·kla·ma·si·kan v membuka tanah untuk digarap (msl menjadi persawahan): pemerintah telah ~ seluas 5,25 juta hektar tanah di daerah Sumatra dan Kalimantan.

Kalau dijelaskan, reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa Inggris, to reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Secara spesifik dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia terbitan PT. Gramedia disebutkan arti reclaim sebagai menjadikan tanah (from the sea). Masih dalam kamus yang sama, arti kata reclamation diterjemahkan sebagai pekerjaan memperoleh tanah. Para ahli belum banyak yang mendefinisikan atau memberikan pengertian mengenai reklamasi pantai. Kegiatan reklamasi pantai merupakan upaya teknologi yang dilakukan manusia untuk merubah suatu  lingkungan alam menjadi lingkungan buatan, suatu tipologi ekosistem estuaria, mangrove dan terumbu karang menjadi suatu bentang alam daratan.(Maskur, 2008). Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh Orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase (UU No 27 Thn 2007)

II. Manfaat dan Dampak Reklamasi

A. Manfaat : Reklamasi pantai sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan lahan perkotaan menjadi kemutlakan karena semakin sempitnya wilayah daratan. Kebutuhan dan manfaat reklamasi dapat dilihat dari aspek tata guna lahan, aspek pengelolaan pantai dan ekonomi. Tata ruang suatu wilayah tertentu kadang membutuhkan untuk direklamasi agar dapat berdaya dan hasil guna. Untuk pantai yang diorientasikan bagi pelabuhan, industri, wisata atau pemukiman yang perairan pantainya dangkal wajib untuk direklamasi agar bisa dimanfaatkan. Aspek perekonomian adalah kebutuhan lahan akan pemukiman, semakin mahalnya daratan dan menipisnya daya dukung lingkungan di darat menjadikan reklamasi sebagai pilihan bagi negara maju atau kota metropolitan dalam memperluas lahannya guna memenuhi kebutuhan akan pemukiman. Fungsi lain adalah mengurangi kepadatan yang menumpuk dikota dan meciptakan wilayah yang bebas dari penggusuran karena berada di wilayah yang sudah disediakan oleh pemerintah dan pengembang, tidak berada di bantaran sungai maupun sempadan pantai. Aspek konservasi wilayah pantai, pada kasus tertentu di kawasan pantai karena perubahan pola arus air laut mengalami abrasi, akresi sehingga memerlukan pembuatan Groin (pemecah ombak) atau dinding laut sebagai mana yang dilakukan di daerah Ngebruk Mankang Kulon. Reklamasi dilakukan diwilayah pantai ini guna untuk mengembalikan konfigurasi pantai yang terkena abrasi kebentuk semula.

B. Dampak :

  1. Wilayah pantai yang semula merupakan ruang publik bagi masyarakat akan hilang atau berkurang karena akan dimanfaatkan kegiatan privat. Dari sisi lingkungan banyak biota laut yang mati baik flora maupun fauna karena timbunan tanah urugan sehingga mempengaruhi ekosistem yang sudah ada.
  2. System hidrologi gelombang air laut yang jatuh ke pantai akan berubah dari alaminya. Berubahnya alur air akan mengakibatkan daerah diluar reklamasi akan mendapat limpahan air yang banyak sehingga kemungkinan akan terjadi abrasi, tergerus atau mengakibatkan terjadinya banjir atau rob karena genangan air yang banyak dan lama.
  3. Ketiga, aspek sosialnya, kegiatan masyarakat di wilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan atau buruh. Dengan adanya reklamasi akan mempengaruhi ikan yang ada di laut sehingga berakibat pada menurunnya pendapatan mereka yang menggantungkan hidup kepada laut. Selanjutnya adalah aspek ekologi, kondisi ekosistem di wilayah pantai yang kaya akan keanekaragaman hayati sangat mendukung fungsi pantai sebagai penyangga daratan. Ekosistem perairan pantai sangat rentan terhadap perubahan sehingga apabila terjadi perubahan baik secara alami maupun rekayasa akan mengakibatkan berubahnya keseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem perairan pantai dalam waktu yang relatif lama akan berakibat pada kerusakan ekosistem wilayah pantai, kondisi ini menyebabkan kerusakan pantai.

III. Reklamasi Di Teluk Benoa Bali

Beberapa alasan mengapa reklamasi ditolak , Menurut pakar Hidrologi dari Universitas Udayana, I Nyoman Sunarta, jika rencana reklamasi di sekitar perairan Teluk Benoa benar-benar terealisasi, maka akibat yang sudah pasti akan ditimbulkan yakni terjadinya perubahan arus air laut di sekitar perairan tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan hasil pengamatannya akhir-akhir ini saja, sudah terlihat adanya kekacauan arus di sekitar Teluk Benoa. Hal tersebut nantinya akan diperparah lagi jika reklamasi dilakukan. Arus air laut yang seharusnya masuk ke Teluk Benoa akan mengalami perubahan lantaran adanya pulau-pulau marina di sekitar perairan tersebut. Kondisi ini akan mengakibakan terjadinya perubahan arus air laut beralih ke pinggiran pantai sekitarnya. ”Arus air laut kan mestinya masuk ke teluk benoa, tapi karena dibuatkan pulau-pulau tadi, maka air laut tidak berpeluang lagi untuk masuk ke Teluk Benoa, sehingga air laut akan lari ke Sanur. Sanur akan menjadi korban Abrasi Pantai, bagaimana sudah siapkah Sanur terkena Abrasi ???

R. Suryanto pakar geomorfologi dari Universitas Udayana. turut menuturkan  dengan berubahnya sirkulasi air di sekitar Teluk Benoa juga akan berpengaruh pada terganggunya perkembangan hutan bakau (mangrove) dan kehidupan biota laut di sekitarnya. Sebab, jika arus air laut nantinya beralih ke pantai lainnya maka mangrove akan mengalami gangguan suplai air laut dan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan mangrove. Biota laut seperti ikan, kepiting, dan lainnya yang hidup di sekitar perairan mangrove akan terganggu lantaran kurangnya asupan nutrisi yang dibawa oleh air laut itu sendiri.

Reklamasi di perairan Teluk Benoa juga akan berdampak pada mendangkalnya kawasan Pelabuhan Benoa. Sebab, dengan adanya pembuatan pulau-pulau di sekitarnya akan mengakibatkan tingginya tumpukan endapan yang berakibat pada susahnya kapal untuk berlabuh di pelabuhan. ”Pelabuhan perlu perairan dalam. Kalau banyak pulau nantinya akan membawa banyak endapan. Kapal akan susah masuk serta diperlukan banyak biaya untuk mengeruknya.

Jika misalnya jadi reklamasi maka, Bali bukaan menjadi pariwisata budaya, tetapi jadi wisata penginapan. Kebudayaan asli semakin lama akan musnah. HELLO, WISATAWAN MENGIDAMKAN INGIN KE BALI AGAR BISA MELIHAT KEBUDAYAAN BALI .Nah coba fikirkan, wisatawan itu ingin melihat apa di bali ???? ingin melihat keindahan dan keasrian alammnya kan ? yang masih melekat konsep Tri Hita Karana. Bagaimana kalau itu tidak ada ? Maka para wisatawan tidak akan ke Bali lagi. Bagaimanapun bangsa maju mulai menghidupkan budaya bangsanya dan bahkan ada yang mencuri kebudayaan dari negara lain, nah apa yang akan kita lakukan ? kita akan membuang kebudayaan adi luhur kita sendiri, setelah hilang barulah menyesal. Jangan sampai kita menyesal, Sisakanlah untuk anak dan cucu kita, Kita memang ingin kelimpahan, tetapi dengan terus sadar akan Parahyangan, Palemahan, Lan Pawongan.

Baca Atikel yang lain Klik  Disini

Satu Tanggapan to “Alasan Bali Tolak Reklamasi”

  1. Kaneki Ken Says:

    Nice Bro !😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: